Dr Tirta Bicara Soal 'Orang Desa Tak Pakai Dolar'
Kredit Foto: Instagram/Tirta Mandira Hudi
Dokter sekaligus pengusaha, dr. Tirta Mandira menegaskan bahwa pelemahan rupiah terhadap dolar AS tidak hanya akan berdampak pada masyarakat yang kerap bepergian ke luar negeri, melainkan juga dirasakan secara luas oleh pelaku usaha dan konsumen di dalam negeri.
Hal itu dikatakan dr. Tirta, menanggapi pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang bilang dolar naik, orang desa transaksinya tidak pakai dolar.
Menurut Tirta pelemahan rupiah justru akan langsung memukul pengusaha karena biaya bahan baku dan operasional juga turut naik. Akibatnya, pelaku usaha akan menaikkan harga jual secara bertahap, dan yang paling merasakan dampaknya adalah konsumen atau pembeli.
"Pengusaha kena dampak, otomatis mereka akan naikin harga jual di lapangan secara perlahan. Yang kena? Yang beli!," ujarnya di akun X.
dr. Tirta juga meluruskan anggapan bahwa warga desa tidak akan terdampak. Ia menilai pandangan tersebut sudah ketinggalan zaman.
"Warga desa zaman sekarang beda banget dengan dulu. Itulah gunanya akses internet. Warga desa juga bisa belanja via marketplace. Jadi jangan diartikan warga desa = ndeso,” katanya.
Ia mencontohkan ayahnya yang berasal dari Boyolali masih rutin mengurus sawah dan merawat rumah warisan keluarga, namun tetap terhubung dengan dinamika ekonomi saat ini.
Untuk itu, ia mengkritik cara komunikasi publik yang lebih hati-hati dari pemerintah. Ia menyarankan tim komunikasi presiden seharusnya menggunakan bahasa yang lebih aman dan menenangkan masyarakat.
"Kita hidup di zaman 2026, semua orang bisa akses internet. Bukan lagi zaman 1960-an yang gap informasi desa dan kota sangat jauh," tegasnya.
Ia juga membagikan pengalaman pribadinya sebagai pengusaha. Beberapa vendornya baru saja menaikkan harga kain, plastik, dan cairan pembersih sepatu. Meski demikian, ia memilih bertahan belum menaikkan harga dagangannya dan jasa cuci sepatu demi melindungi pelanggan.
Tirta menambahkan bahwa jika situasi sulit dikendalikan, pemerintah sebaiknya menyampaikan pidato yang menenangkan, seperti: "Kami bersama akan berjuang melewati ini semua, dalam sebulan kita akan evaluasi langkah selanjutnya,"
Tak hanya itu, meski bergelar akademi sebagai dokter, dr. Tirta mengaku ktif mengajar manajemen bisnis sebagai mentor di Sekolah Bisnis dan Manajemen Institut Teknologi Bandung (SBM ITB) serta telah menyelesaikan pendidikan S2.
"Kalau ada yang tanya kompetensiku? Aku dodolan (jualan-red), Aku juga ngajar bisnis manajemen di SBM ITB sebaga mentor Aku S2," tutupnya.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Ferry Hidayat
Tag Terkait: