Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Board of Peace Gaza Terbengkalai Akibat Konflik Iran-Amerika

        Board of Peace Gaza Terbengkalai Akibat Konflik Iran-Amerika Kredit Foto: ChatGPT/Al Musthafa Gustar's
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Menteri Pertahanan Indonesia, Sjafrie Sjamsoeddin mengungkapkan tingginya intensitas konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran membuat inisiatif Board of Peace (BoP) untuk Gaza menjadi terbengkalai.

        Pernyataan tersebut disampaikan Sjafrie dalam rapat kerja bersama Komisi I DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (19/5/2026).

        Baca Juga: Trump Ogah Datang, Amerika Malah Serahkan Negosiasi Iran ke Timur Tengah

        Menurut Sjafrie, Board of Peace merupakan inisiatif yang dibentuk Presiden AS Donald Trump untuk membantu penanganan krisis kemanusiaan dan politik di Gaza, Palestina.

        “BoP itu adalah suatu inisiatif dari Presiden AS untuk membantu Palestina di Gaza, dan kita tahu korban yang timbul mungkin sudah hampir 80 ribu jiwa di Gaza,” ujar Sjafrie.

        Ia mengatakan upaya tersebut awalnya dirancang sebagai langkah penyelamatan kemanusiaan sekaligus meredakan eskalasi politik di Timur Tengah melalui keterlibatan internasional.

        “Nah inilah upaya yang dilakukan oleh Presiden AS untuk melakukan bagaimana kita melakukan upaya penyelamatan terhadap kemanusiaan dan politik di Gaza,” katanya.

        Sjafrie menyebut Indonesia mendapat apresiasi dan dilibatkan dalam Board of Peace karena dinilai memiliki posisi strategis sebagai negara dengan mayoritas penduduk muslim yang aktif memperhatikan isu kemanusiaan Palestina.

        “Nah inilah yang membuat Indonesia juga mendapat suatu apresiasi dari Presiden AS, bahwa Presiden Indonesia yang mayoritas jumlah penduduknya itu Islam, tapi dia sangat memperhatikan masalah kemanusiaan di Gaza sehingga dia dimasukkan ke dalam BoP,” ujar Sjafrie.

        Dalam forum konsultasi bersama sejumlah negara Arab, Indonesia juga mengajukan beberapa syarat terkait proses perdamaian di Gaza, termasuk menjaga eksistensi Hamas dan mencegah penggunaan kekuatan militer yang memicu jatuhnya korban sipil.

        “Dan bersama-sama dengan beberapa negara Arab, Indonesia berkonsultasi dengan prasyarat bahwa Hamas tetap kita jaga eksistensinya, kemudian juga jangan sampai terjadi kegiatan-kegiatan yang sifat kekuatan fisik yang bisa menimbulkan korban di Gaza. Ini yang jadi catatan kita, dan ini disetujui beberapa negara Arab, termasuk Saudi Arabia,” tuturnya.

        Namun, kondisi geopolitik global yang memanas akibat konflik AS-Iran membuat implementasi Board of Peace maupun International Stabilization Force (ISF) belum berjalan.

        “Namun, dinamika yang sekarang timbul karena masih terjadinya intensitas konflik antara Amerika dan Iran yang sangat tinggi, sehingga BoP cenderung terbengkalai,” kata Sjafrie.

        Ia menambahkan Panglima TNI Agus Subiyanto sejauh ini telah menyiapkan brigade komposit sebagai langkah antisipasi geostrategis sambil menunggu arahan implementasi lebih lanjut.

        Baca Juga: Delay Sementara, Amerika Siaga Lakukan Operasi Militer Besar-besaran ke Iran

        “Karena BoP terbengkalai, ISF juga terbengkalai, walaupun kita di Indonesia, Panglima TNI sudah menyiapkan brigade komposit untuk geostrategi dan geopolitik dan inisiatif Presiden AS belum mendapatkan suatu arahan implementasi, maka sampai saat ini ISF kita masih standby,” ujar Sjafrie.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Aldi Ginastiar

        Bagikan Artikel: