Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Kepala Trump dan Netanyahu Dihargai Lebih dari Rp1 Triliun oleh Iran

        Kepala Trump dan Netanyahu Dihargai Lebih dari Rp1 Triliun oleh Iran Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Ketegangan antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel kembali memanas setelah parlemen Iran dilaporkan membahas sayembara bernilai lebih dari Rp1 triliun untuk siapa saja yang membunuh Presiden AS Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.

        Mengutip laporan Iran Wire, Selasa (19/5/2026), Ketua Komite Keamanan Nasional dan Kebijakan Luar Negeri Parlemen Iran, Ebrahim Azizi mengungkapkan bahwa parlemen tengah menyiapkan rancangan undang-undang berjudul Counter-Action by the Military and Security Forces of the Islamic Republic.

        Baca Juga: Iran Siapkan Biaya dan Aturan Baru di Selat Hormuz, Akses Kapal Mulai Dibatasi

        Rancangan undang-undang tersebut disebut akan melegalkan pembayaran sekitar USD58,23 juta atau lebih dari Rp1 triliun bagi individu maupun kelompok yang berhasil membunuh Trump dan Netanyahu.

        Parlemen Iran dijadwalkan segera melakukan pemungutan suara terhadap rancangan aturan tersebut sebagai bagian dari respons atas serangan 28 Februari lalu di Teheran yang menewaskan pemimpin tertinggi Iran saat itu, Ali Khamenei.

        Menurut laporan Iran Wire, Azizi menyebut Trump, Netanyahu dan Komandan CENTCOM Laksamana Brad Cooper harus menjadi target “tindakan balasan” atas dugaan keterlibatan mereka dalam pembunuhan Khamenei.

        Anggota komisi keamanan nasional Iran lainnya, Mahmoud Nabavian, juga menegaskan parlemen akan segera memberikan suara terkait usulan tersebut.

        “Untuk menetapkan hadiah bagi siapa pun yang mengirim Trump dan Netanyahu ke neraka,” ujar Nabavian.

        Laporan mengenai rencana hadiah tersebut muncul hanya beberapa hari setelah media pro-pemerintah Iran, Masaf, mengklaim telah menyiapkan dana sebesar USD50 juta untuk kampanye bertajuk “Bunuh Trump”.

        Secara terpisah, kelompok siber yang disebut didukung Iran, Handala juga mengklaim telah mengalokasikan USD50 juta untuk “mengeliminasi arsitek utama penindasan dan korupsi”, yang mereka sebut merujuk pada Trump dan Netanyahu.

        Kelompok itu menyatakan uang akan diberikan kepada individu atau kelompok mana pun yang melakukan “tindakan nyata” terhadap kedua pemimpin tersebut.

        Rencana pemberian hadiah oleh Teheran dinilai menjadi eskalasi terbaru dalam konflik antara Iran, AS, dan Israel, sekaligus mengancam gencatan senjata yang saat ini masih berlangsung di kawasan Timur Tengah.

        Sebelumnya, Trump pernah memperingatkan Iran bahwa AS akan memberikan respons sangat keras jika Teheran mencoba membunuh dirinya.

        Baca Juga: Board of Peace Gaza Terbengkalai Akibat Konflik Iran-Amerika

        “Jika Iran mencoba membunuh saya, kami akan menghapus mereka dari muka bumi,” kata Trump tahun lalu.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Aldi Ginastiar

        Bagikan Artikel: