Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Legislator DPR dari Gerindra ini Luruskan Pernyataan Prabowo soal 'Orang Desa Tidak Pakai Dolar'

        Legislator DPR dari Gerindra ini Luruskan Pernyataan Prabowo soal 'Orang Desa Tidak Pakai Dolar' Kredit Foto: YouTube Sekretariat Presiden
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Bahtra Banong, meluruskan polemik terkait pidato Presiden Prabowo Subianto di Nganjuk yang menyinggung pernyataan “orang desa tidak pakai dolar”.

        Bahtra menegaskan bahwa kegaduhan ini bermula dari beredarnya potongan video di media sosial yang menghilangkan konteks utuh dari pidato tersebut.

        Menurut Bahtra, narasi yang beredar telah menggiring opini seakan-akan Presiden mengabaikan dampak nilai tukar dolar terhadap ekonomi nasional. Padahal, jika disimak secara lengkap, pidato tersebut justru berisi pesan optimisme mengenai kekuatan fundamental ekonomi Indonesia di tengah ketidakpastian global.

        "Pidato Presiden dipotong hanya pada satu kalimat, lalu dibangun framing seolah Presiden tidak memahami dampak dolar terhadap ekonomi. Itu jelas keliru dan tidak fair. Kalau didengar utuh, Presiden sedang mengajak rakyat untuk tidak usah panik karena fundamental ekonomi Indonesia kuat,” ujar Bahtra dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Selasa (18/5/2026).

        Bahtra menjelaskan, ungkapan “orang desa tidak pakai dolar” merupakan gaya komunikasi sederhana Presiden untuk menggambarkan ketahanan ekonomi masyarakat di tingkat bawah.

        Ekonomi rakyat dinilai tetap bergerak karena lebih bertumpu pada produksi serta konsumsi dalam negeri, bukan semata-mata pada fluktuasi mata uang asing.

        Sebagai Kepala Negara, lanjut Bahtra, Prabowo Subianto sangat menyadari dinamika ekonomi global seperti perang dagang dan tekanan terhadap mata uang negara berkembang. Namun, ia memiliki tanggung jawab besar untuk menjaga psikologis publik agar tidak dirundung ketakutan yang berlebihan.

        "Pesan beliau sederhana, yakni jangan mudah panik, jangan mudah merasa Indonesia akan kolaps hanya karena tekanan global. Kita punya kekuatan ekonomi domestik yang besar,” tegas politisi Fraksi Partai Gerindra tersebut.

        Ia menyayangkan adanya pihak-pihak yang sengaja membangun narasi pesimisme melalui potongan video tersebut, karena hal itu berpotensi melemahkan kepercayaan publik dan pasar. Ia mengimbau masyarakat untuk selalu mencerna informasi secara utuh dan objektif.

        "Dalam situasi global yang sulit, bangsa ini membutuhkan optimisme dan kepercayaan diri. Presiden Prabowo Subianto sedang menyampaikan pesan besar bahwa Indonesia harus percaya pada kekuatan sendiri, berdiri di atas kaki sendiri, dan terus melangkah menuju kemandirian ekonomi nasional,” pungkasnya.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Ferry Hidayat

        Bagikan Artikel: