Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Danantara Beberkan Nilai Ekonomi RI Capai US$1,4 Triliun

        Danantara Beberkan Nilai Ekonomi RI Capai US$1,4 Triliun Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) menyebut nilai ekonomi Indonesia saat ini telah mencapai US$1,4 triliun. Dengan ukuran tersebut, Indonesia dinilai telah menjadi salah satu kekuatan ekonomi terbesar di Asia dan menempati posisi keempat di antara negara emerging market di luar Tiongkok.

        Head of Economics Portfolio Alignment and Sustainability Danantara Investment Management, Masyita Crystallin, mengatakan besarnya ukuran ekonomi Indonesia saat ini bukan lagi sekadar potensi, melainkan kekuatan ekonomi yang perlu dioptimalkan menjadi produktivitas jangka panjang.

        “Ini bukan harapan, ini kenyataan bahwa kita memiliki size ekonomi yang besar. Namun pertanyaan berikutnya, apakah size itu bisa berubah menjadi produktivitas yang akhirnya kepada kemajuan ekonomi,” ujar Masyita dalam acara SMBC Indonesia Economic Forum 2026 di Jakarta, Selasa (19/5/2026).

        Menurut dia, Indonesia memiliki modal ekonomi yang ditopang sumber daya alam yang besar. Indonesia saat ini tercatat sebagai produsen terbesar nikel dan crude palm oil (CPO) dunia, serta menjadi salah satu produsen utama batu bara, timah, emas, dan tembaga global.

        “Artinya secara resource, Indonesia itu memiliki resource yang sangat-sangat besar,” katanya.

        Selain komoditas, Masyita menilai fondasi ekonomi domestik juga ditopang stabilitas pertumbuhan ekonomi dalam jangka panjang. Selama sekitar 15 tahun terakhir, pertumbuhan ekonomi Indonesia berada di kisaran 5%, kecuali pada periode pandemi Covid-19.

        Stabilitas tersebut, menurutnya, turut didukung inflasi yang relatif terkendali sehingga daya beli masyarakat tetap terjaga. Kondisi tersebut berpengaruh terhadap konsumsi domestik yang masih menjadi penopang utama perekonomian nasional.

        “Tentu kecuali masa Covid, dengan tingkat inflasi yang cukup sehat juga. Artinya daya beli masyarakat bisa terjaga. Konsumsi itu masih sekitar 55% dari proporsi GDP Indonesia,” ujarnya.

        Baca Juga: Pertumbuhan Ekonomi Malaysia Diprediksi Melorot hingga 4,4 Persen

        Baca Juga: Konsumsi Rumah Tangga Topang Ekonomi RI Kuartal I 2026, Purbaya: Daya Beli Masyarakat Terjaga

        Baca Juga: Ekonomi RI Tumbuh 5,61%, Lampaui China dan Korea Selatan

        Selain kekuatan sumber daya alam dan konsumsi domestik, Danantara juga menyoroti struktur demografi Indonesia yang masih ditopang penduduk usia produktif. Namun, kondisi tersebut dinilai memiliki batas waktu.

        Masyita mengatakan pada 2045 diperkirakan satu dari lima penduduk Indonesia akan berusia di atas 60 tahun. Kondisi tersebut dinilai menjadi tantangan tersendiri terhadap produktivitas jangka panjang.

        “Tapi di 2045, satu dari lima penduduk itu sudah berusia di atas 60 tahun. Artinya the window is there, we have plenty of time, but it’s closing,” ujarnya.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Azka Elfriza
        Editor: Annisa Nurfitri

        Bagikan Artikel: