- Home
- /
- EkBis
- /
- Agribisnis
Harga Minyak Goreng Naik Jelang Idul Adha, Mentan Turunkan Satgas: 'Jangan Dikasih Peringatan, Langsung Tindak!'
Kredit Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden
Lonjakan harga minyak goreng menjelang Idul Adha membuat pemerintah bergerak cepat. Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman langsung memerintahkan Satgas Pangan turun ke lapangan untuk mengawasi distribusi.
Instruksi ini muncul di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat menjelang hari besar keagamaan. Pemerintah ingin memastikan harga tetap stabil dan tidak membebani warga.
“Satgas Pangan tolong turun ya, Satgas tolong (turun ke lapangan jaga stabilitas harga) minyak goreng,” kata Amran. Ia meminta pengawasan dilakukan secara langsung dan menyeluruh.
Tak hanya itu, koordinasi lintas lembaga juga diperkuat untuk memperketat pengawasan. Kementerian Perdagangan, Badan Pangan Nasional, hingga aparat penegak hukum dilibatkan.
Fokus utama diarahkan pada distribusi minyak goreng, terutama produk Minyakita. Pemerintah ingin memastikan tidak ada hambatan maupun praktik curang di lapangan.
Amran menegaskan pelaku yang memainkan harga tidak akan diberi toleransi. Ia meminta aparat langsung mengambil tindakan tegas tanpa peringatan.
“Karena saya izin dulu beribadah (menunaikan ibadah haji), minyak goreng nggak ada alasan naik, ditindak (jika ditemukan kecurangan), nggak usah dikasih peringatan, tindak (jika ditemukan pelanggaran), nggak ada alasan,” tegasnya. Pernyataan ini menandai sikap keras pemerintah.
Ia juga menilai kenaikan harga yang terjadi tidak masuk akal secara logika ekonomi. Indonesia merupakan salah satu pemasok utama minyak goreng dunia dengan produksi besar.
Dengan pasokan melimpah, harga seharusnya stabil atau bahkan menurun. Namun, kondisi di lapangan menunjukkan adanya kenaikan di sejumlah wilayah.
“Nah ini orang-orang berpandangan kalau suplainya banyak harga turun. Indonesia mensuplai minyak goreng dunia, kenapa naik?” kata Amran. Ia mempertanyakan kondisi tersebut secara terbuka.
Momentum Idul Adha dinilai sebagai periode rawan permainan harga. Kebutuhan yang meningkat sering dimanfaatkan oleh oknum tertentu untuk mengambil keuntungan.
Karena itu, pemerintah menilai perlu bertindak cepat tanpa menunggu pembahasan panjang. Stabilitas harga menjadi prioritas utama.
Baca Juga: Gas Melon Rp16 Ribu di Kopdes, Mafia Tak Bisa Main Harga
Amran juga mengungkapkan telah berkomunikasi langsung dengan aparat kepolisian. Pengawasan diminta diperketat di daerah yang mengalami kenaikan harga.
"Pak Kabareskrim saya sudah telepon, agar disampaikan di daerah-daerah yang minyak gorengnya naik," ujarnya. Hal ini menunjukkan keterlibatan langsung aparat dalam pengawasan.
Langkah ini menegaskan pemerintah tidak hanya mengandalkan kebijakan, tetapi juga tindakan nyata di lapangan. Harga minyak goreng diharapkan tetap terkendali menjelang Idul Adha.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Wahyu Pratama
Editor: Wahyu Pratama
Tag Terkait: