- Home
- /
- EkBis
- /
- Agribisnis
Kebut Percepatan Eksekusi Cetak Sawah 80.000 Hektare di Papua, Mentan Siapkan Ratusan Traktor
Kredit Foto: Muhammad Farhan Shatry
Proyek pencetakan sawah berskala raksasa di Pulau Papua terus didorong lajunya oleh jajaran Kementerian Pertanian. Pemerintah menargetkan pembukaan puluhan ribu lahan produktif baru tersebut dapat terselesaikan dalam jangka waktu dua tahun.
Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman mengatakan secara gamblang membongkar luas area cakupan mega proyek lumbung pangan di wilayah timur tersebut. Dia mengatakan target pemerintah dalam program cetak sawah di Papua seluas 80 ribu hektar.
"Total sekarang 80.000, 2025 dan 2026, 80.000 hektar (di Papua)," jelas Amran dalam jumpa pers di kantor Kementan, Kamis (11/6/2026).
Sebagian lahan cetak sawah tersebut kini telah sukses memberikan hasil panen, sementara sisanya masih dalam tahap pematangan. Amran mengatakan dari target 80 ribu hektar yang akan dibuka lahannya, 30 ribu hektar sudah berproduksi secara aktif di Papua.
"Sekarang sebagian berproduksi, sebagian sementara berjalan. Ini yang tahun lalu kurang lebih 30.000 hektar," katanya.
Pada putaran anggaran tahun ini, kecepatan realisasi proyek diklaim semakin melesat menyentuh puluhan ribu hektare tambahan. Amran menegaskan pertambahan lahan yang sudah aktif berproduksi di tahun ini kini mencapai 50 ribu hektar.
"Iya, kemudian tahun ini itu kurang lebih 50.000 hektar," lugas Amran.
Demi memastikan operasional proyek ini berjalan maksimal, pemerintah segera meluncurkan armada alat mesin pertanian. Pembukaan cetak sawah di Papua, lanjut Amran, dikejar melalui metode mekanisasi sehingga mempercepat produksi aktif pangan di Indonesia Timur.
Baca Juga: Papua Dapat Dana Rp5 Triliun untuk Pertanian Modern, Cetak Sawah 80 Ribu Hektare Dikebut
Baca Juga: Anggaran Tertinggi Sepanjang Sejarah, Kementan Kucurkan Rp5 Triliun Demi Swasembada Pangan Papua
“Nah, harapan kita dan ini aku sampaikan ini nanti full mekanisasi. Jadi bukan lagi kalau mencangkul, kami juga dari kampung dulu mencangkul tanam padi. Sekarang kita gunakan traktor, alat pertanian canggih,” jelas Amran.
Amran pun menegaskan, pemerintah akan segera mengirim traktor di wilayah Papua dengan durasi perjalanan antara dua sampai tiga pekan ke depan.
"Traktornya ratusan totalnya ya, ratusan. Insyaallah minggu ini kita kirim, mudah-mudahan dalam perjalanan 2 minggu 3 minggu sudah tiba di sana,” ungkap Amran.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Muhammad Farhan Shatry
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait: