Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        ​Prabowo Mengaku Terpukul: Ekonomi Tumbuh 35 Persen, tapi Kelas Menengah Turun dan Kemiskinan Naik

        ​Prabowo Mengaku Terpukul: Ekonomi Tumbuh 35 Persen, tapi Kelas Menengah Turun dan Kemiskinan Naik Kredit Foto: YouTube Sekretariat Presiden
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menyoroti paradoks pertumbuhan ekonomi nasional dalam pidatonya pada Rapat Paripurna DPR RI ke-19 Masa Persidangan V Tahun Sidang 2025–2026 terkait Penyampaian Kerangka Ekonomi Makro (KEM) dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (PPKF) RAPBN 2027 di Gedung Nusantara MPR/DPR/DPD RI, Jakarta.

        Dalam pidatonya, Presiden Prabowo menilai pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam beberapa tahun terakhir belum sepenuhnya berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat, khususnya kelompok kelas menengah dan masyarakat miskin.

        “Pertumbuhan kita dalam 7 tahun terakhir memang baik, 5% tiap tahun. Selama 7 tahun kali 5% pertumbuhan kita 35%. Harusnya kita tambah kaya 35%,” ujar Prabowo.

        Namun, Presiden mengaku terkejut setelah menerima sejumlah data ekonomi beberapa pekan usai dilantik menjadi Presiden. Ia menyebut data tersebut membuatnya merasa “dipukul di ulu hati”.

        “Tapi apa yang terjadi? Sekali lagi saya mengajak kita jujur kepada diri kita sendiri dan kepada rakyat kita. Ini mungkin menyakitkan bagi kita. Saya merasa setelah saya terima data-data ini beberapa minggu setelah saya jadi Presiden, saya merasa seolah saya dipukul di ulu hati saya,” katanya.

        Prabowo menyoroti kondisi meningkatnya jumlah masyarakat miskin di tengah pertumbuhan ekonomi yang tetap berada di level 5% per tahun. Selain itu, ia juga menyinggung penurunan jumlah kelas menengah di Indonesia.

        “7 tahun kali 5%, 35% ekonomi kita tumbuh. Tapi rakyat kita yang miskin tambah. Yang kelas menengah turun, saudara-saudara,” tegasnya.

        Di hadapan anggota DPR RI, Presiden mempertanyakan mengapa pertumbuhan ekonomi yang relatif stabil justru tidak diikuti penguatan daya beli dan kesejahteraan masyarakat.

        “Saya bertanya kepada semua partai politik, semua ormas, semua pakar-pakar dan semua guru besar, bagaimana bisa pertumbuhan 35% tapi kelas menengah menurun, kemiskinan meningkat,” ujarnya.

        Baca Juga: Presiden Prabowo Ungkap Arah Kebijakan Fiskal 2027, Rupiah Dijaga di Kisaran Rp16.800–Rp17.500

        Menurut Prabowo, jawaban atas persoalan tersebut harus didasarkan pada pendekatan ilmiah dan matematis. Ia menilai sistem ekonomi yang dijalankan saat ini kemungkinan berada pada arah yang kurang tepat.

        “Jawaban harus ilmiah, jawaban harus matematis, dan menurut saya jawabannya adalah bahwa kemungkinan besar, bukan kemungkinan, saya yakin, sistem perekonomian yang kita jalankan berada pada trajektori yang tidak tepat,” kata Presiden.

        Prabowo juga membandingkan kondisi Indonesia dengan sejumlah negara berkembang lain seperti Meksiko, India, dan Filipina. Menurutnya, perbedaan capaian kesejahteraan antarnegara bisa disebabkan oleh perbedaan sistem ekonomi yang diterapkan.

        “Mungkin perbedaan kita dengan negara-negara seperti Meksiko, seperti India, Filipina, dan lain sebagainya adalah perbedaan sistemik,” ujarnya.

        Presiden menegaskan bahwa Indonesia harus berani melihat fakta dan melakukan evaluasi terhadap arah pembangunan ekonomi nasional. Ia mengingatkan bahwa tanpa kemakmuran yang merata, Indonesia akan sulit menjaga kedaulatan bangsa di masa depan.

        “Kita harus lihat fakta. Fakta kalau kita teruskan yang seperti ini, kalau kita teruskan sistem seperti ini untuk sekian tahun lagi, saya yakin bahwa tidak mungkin kita jadi bangsa yang makmur. Tidak mungkin kita tanpa kemakmuran kita tidak mungkin bisa menjaga kedaulatan kita,” tutur Prabowo.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Istihanah
        Editor: Istihanah

        Bagikan Artikel: