Kredit Foto: Istimewa
Pengamat militer Connie Rahakundini Bakrie mengungkapkan bahwa Indonesia memiliki selat yang jauh lebih strategis dibandingkan Selat Hormuz di Iran, yakni Selat Malaka.
Ia pun mengingatkan bahwa dalam white paper pertahanan Amerika Serikat (AS) terbaru tahun 2026 menekankan pentingnya menguasai isu ekonomi dan jalur komunikasi laut (sea lines of communications).
Ia menilai konflik antara AS dan Iran juga terkait dengan perebutan jalur ekonomi vital, sebagaimana kasus di Panama, ketika Jaksa Agung setempat membatalkan kontrak puluhan tahun pengelolaan pelabuhan strategis di Terusan Panama oleh korporasi China akibat intervensi AS.
"Nah, coba kita kaitkan ke buku putih pertahanan Amerika yang paling baru 2026. Dia bilang, 'Dunia ini sekarang yang mesti dikuasai oleh Amerika: isu ekonomi dan isu sea lines of communications.' Which is selat-selat ini kan," ucap Connie dalam YouTube Refly Harun, dikutip Jumat (12/6).
Connie menegaskan, Indonesia harus waspada karena Selat Malaka lebih “seksi” dibanding Hormuz. "Selat Malaka ini menurut saya kalau kita enggak hati-hati atau enggak pintar-pintar, kita either diakali atau dipermainkan secara proxy," ujarnya.
Ia mencontohkan permintaan AS terkait blanket of flight serta kebebasan kapal perang mereka berkeliaran mencari minyak Iran. “Ini kan enggak boleh terjadi,” tandasnya.
Connie menekankan pentingnya kerja sama negara-negara riparian (pemilik selat) untuk menjaga Selat Malaka.
Baca Juga: 'Hampir Tak Mungkin,' Upaya Donald Trump Akhiri Perang Iran-Amerika Bisa Digagalkan Manuver Israel
"Sebenarnya kita tuh harus membuat negara riparian — negara-negara yang punya selat ini, penguasa selat ini — betul-betul sudah saling berpadu menjaga selatnya. Enggak boleh orang luar masuk. Even though itu di buku putih pertahanan Amerika Serikat bahwa sea lines of communications itu jadi kayak national interest deal yang paling penting," tandasnya.
Sebagai informasi, Selat Malaka memiliki nilai strategis jauh lebih tinggi dibanding Selat Hormuz karena menjadi urat nadi perdagangan global.
Alasan Selat Malaka lebih strategis:
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Tag Terkait: