Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Penerbitan Perdana Obligasi Danantara Raup Pesanan Hingga Rp82,62 Triliun

Penerbitan Perdana Obligasi Danantara Raup Pesanan Hingga Rp82,62 Triliun Kredit Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden
Warta Ekonomi, Jakarta -

Surat utang internasional yang diluncurkan oleh Danantara Investment Management mencatatkan respons yang sangat positif dari pasar keuangan global. Unit usaha di bawah BPI Danantara tersebut sukses melaksanakan penjualan perdana untuk instrumen obligasi berdenominasi dolar Amerika Serikat.

Aktivitas bisnis ini menjadi ujian penting untuk melihat tingkat minat investor asing terhadap aset-aset domestik. Pasar global tetap menunjukkan ketertarikan tinggi di tengah kekhawatiran depresiasi nilai tukar rupiah dan meluasnya peran lembaga keuangan tersebut.

"Permintaan tersebut memungkinkan perusahaan untuk menurunkan imbal hasil akhir sebesar 35 basis poin dari panduan harga awalnya," tulis Reuters dalam laporan resminya. Pada penutupan transaksi hari Kamis kemarin, total pesanan dari para pemodal internasional dilaporkan berhasil menembus angka 4,6 miliar dolar AS.

Nilai pemesanan tersebut setara dengan jumlah Rp82,62 triliun dengan asumsi kurs sebesar Rp17.961 per dolar. Perusahaan berhasil melepas produk obligasi jangka waktu 5 tahun dan 10 tahun dengan masing-masing nilai nominal mencapai 750 juta dolar AS.

Capaian hasil penjualan tersebut tercatat melampaui target awal penghimpunan dana yang dipatok sebesar 500 juta dolar AS untuk setiap tenor. Tingginya tingkat permintaan pasar membuat manajemen mampu menekan tingkat imbal hasil akhir menjadi lebih rendah.

Instrumen surat utang periode 5 tahun saat ini dipatok dengan tingkat keuntungan akhir sebesar 5,35 persen. Sementara untuk produk investasi periode 10 tahun diberikan kepastian hasil imbalan akhir sebesar 5,95 persen.

Baca Juga: Yield Obligasi Tembus 7%, Pelaku Asuransi Mulai Berburu Aset

Seluruh dana segar hasil penerbitan dokumen finansial ini akan dialokasikan untuk memenuhi berbagai kebutuhan korporasi umum. Pihak manajemen berencana menggunakannya sebagai modal investasi baru serta pembiayaan kembali utang lama perusahaan.

"Obligasi tersebut diperkirakan akan diterbitkan pada tanggal 18 Juni di bawah program obligasi jangka menengah (medium-term note) global senilai US$ 5 miliar," tutur Reuters menambahkan. Proses transaksi ini juga turut melibatkan sejumlah lembaga perbankan internasional terkemuka seperti Citigroup dan DBS.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Christian Andy
Editor: Christian Andy