Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        IHSG Dibuka Menguat Terdorong Sentimen Kenaikan Suku Bunga BI

        IHSG Dibuka Menguat Terdorong Sentimen Kenaikan Suku Bunga BI Kredit Foto: Antara/Hafidz Mubarak A
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat pada perdagangan pagi ini Kamis (21/5/2026). Berdasarkan data perdagangan pukul 09.03 WIB, IHSG naik 33,05 poin atau 0,52% ke level 6.351.

        Pada awal sesi, IHSG sempat bergerak di level terendah 6.343 dan menyentuh level tertinggi 6.378. Sementara posisi pembukaan berada di level 6.366.

        Penguatan indeks ditopang oleh mayoritas saham yang mengalami kenaikan. Tercatat sebanyak 353 saham menguat, 131 saham melemah, dan 169 saham stagnan.

        Aktivitas perdagangan juga terpantau cukup ramai dengan volume transaksi mencapai 1,443 miliar saham dan nilai transaksi sebesar Rp866,461 miliar. Frekuensi perdagangan tercatat sebanyak 94.594 kali transaksi.

        Adapun kapitalisasi pasar mencapai Rp11.020 triliun pada awal perdagangan hari ini.

        Senior Technical AnalystMirae Asset Sekuritas Indonesia, Nafan Aji Gusta, menyatakan secara teknikal, IHSG berupaya rebound karena faktor oversold atau jenuh jual menurut indikator RSI setelah sebelumnya berhasil menyentuh target wave 5/A. Namun demikian, target wave 5/A altn masih berlaku selama indikator Stochastics K_D menunjukkan sinyal negatif didukung penurunan volume.

        "Secara mengejutkan, Bank Indonesia (BI) mengambil langkah pengetatan moneter yang lebih agresif dari ekspektasi konsensus dengan menaikkan BI Rate sebesar 50 bps menjadi 5,25%," kata dia dalam analisisnya.

        Padahal, kata Nafan, konsensus sebelumnya memperkirakan kenaikan terbatas ke level 5,00%. Langkah ini diambil untuk meredam tekanan pelemahan nilai tukar Rupiah yang belakangan ini cukup intensif. Hal ini tentunya menjadi sentimen positif bagi Rupiah yang terpantau menguat 0,29% di level Rp17.653,5 per Dolar AS.

        Di sisi lain, para pelaku pasar mulai mendapatkan kepastian ketika Presiden Prabowo memaparkan pidato dalam sidang paripurna DPR kemarin, terkait target pertumbuhan ekonomi yang realistis, misalnya pada kisaran 5,8% hingga 6,5% untuk tahun fiskal mendatang.

        "Hal ini bersamaan dengan kepastian asumsi makro seperti target yield SBN, sehingga hal ini memberikan kepastian bagi market demi meredam risiko volatilitas," ungkap dia.

        Dari global, dinamika tensi geopolitik AS-Iran masih menjadi sentimen utama bagi market, dimana Presiden Trump menyebutkan bahwa AS berada dalam "tahap akhir" pembicaraan damai dengan Iran. Hal ini membuat harga minyak WTI anjlok tajam di atas 4%.

        Baca Juga: Prabowo Bicara Optimis, IHSG Malah Digoyang Asing Nakal

        Baca Juga: IHSG Melemah 0,82% Setelah Prabowo Paparkan RAPBN 2027 dan BI Naikkan Suku Bunga

        Sementara itu, risalah pertemuan The Fed bulan April menunjukkan bahwa mayoritas peserta FOMC percaya bahwa kenaikan suku bunga kemungkinan akan menjadi tepat jika inflasi terus berlanjut di atas target 2% yang ditetapkan The Fed.

        Risalah rapat ini muncul pada saat The Fed sedang dalam masa transisi, dimana masa jabatan Jerome Powell sebagai ketua Fed berakhir Jumat 15 Mei 2026 lalu, dan penggantinya, Kevin Warsh yang merupakan pilihan Trump, diperkirakan akan segera dilantik.

        Menurut CME FedWatch, market secara umum memperkirakan The Fed akan mempertahankan suku bunga tetap stabil sepanjang tahun ini, namun ekspektasi terkait kenaikan suku bunga terlihat meningkat dari Juli hingga Desember tahun ini.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Dwi Aditya Putra

        Bagikan Artikel: