Aktivis Flotilla Dipaksa Sujud Depan Bendera Israel Hanya Karena Teriak 'Free Palestine'
Kredit Foto: Istimewa
Koordinator Dewan Pengarah Global Peace Convoy Indonesia (GPCI), Maimon Herawati, membenarkan adanya kekerasan terhadap relawan Global Sumud Flotilla (GSF) yang ditahan oleh pasukan Israel.
Kekerasan tersebut terungkap melalui video yang diunggah Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben-Gvir, di media sosial.
Baca Juga: Tak Ada Bantuan Kemanusiaan di Kapal Global Sumud Flotilla, Begini Kata Israel
Dalam video itu, sejumlah relawan terlihat berlutut dengan tangan terikat di depan bendera Israel. Salah satu relawan perempuan yang meneriakkan “Free Palestine” tampak dijambak rambutnya sebelum dipaksa menundukkan kepala hingga bersujud.
Ben-Gvir terlihat berjalan mengelilingi para relawan sambil mengibarkan bendera Israel.
Maimon mengatakan video tersebut memang memperlihatkan relawan Global Sumud Flotilla yang ditangkap saat misi kemanusiaan menuju Gaza.
ככה אנחנו מקבלים את תומכי הטרור
— איתמר בן גביר (@itamarbengvir) May 20, 2026
Welcome to Israel pic.twitter.com/7Hf8cAg7fC
“Kalau video kekerasan itu memang terjadi. Salah satu perempuan yang berteriak ‘Free Palestine’ lalu kemudian rambutnya dijambak dan kepalanya didorong ke bawah itu sahabat saya. Beliau berasal dari Irlandia,” kata Maimon dalam konferensi pers virtual GPCI di Jakarta, Rabu (20/5/2026).
Ia mengaku mengenali salah satu korban dalam video tersebut, meski sebagian besar wajah relawan lain tidak terlihat jelas.
“Adapun wajah-wajah yang lain kami belum bisa mendeteksi kecuali satu politisi dari Italia,” ujarnya.
Maimon juga menegaskan perlakuan kasar terhadap para relawan memang benar terjadi.
“Pertanyaannya apakah kekerasan itu terjadi? Terjadi karena memang begitulah Israel. Kita harus tahu mereka jauh lebih brutal disiksa oleh penjahat kemanusiaan itu,” katanya.
Di antara ratusan relawan yang ditahan Israel, terdapat sembilan warga negara Indonesia (WNI). Namun hingga kini kondisi mereka belum dapat dipastikan.
“Bagaimana dengan WNI? Sampai saat ini saya tidak bisa memastikan apakah sembilan sahabat-sahabat kita ada di antara teman-teman yang terlihat sedang diperlakukan tidak baik,” tutur Maimon.
Baca Juga: Ada 'Rencana Jahat' di Balik Gerakan Global Sumud Flotilla, Begini Kata Israel
Global Sumud Flotilla sebelumnya menjalankan misi kemanusiaan menuju Gaza sebelum dicegat pasukan Israel di perairan internasional. Saat ini, jaringan relawan internasional disebut tengah mengupayakan pembebasan seluruh aktivis yang ditahan.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Aldi Ginastiar