Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

IHSG Melemah 0,82% Setelah Prabowo Paparkan RAPBN 2027 dan BI Naikkan Suku Bunga

IHSG Melemah 0,82% Setelah Prabowo Paparkan RAPBN 2027 dan BI Naikkan Suku Bunga Kredit Foto: Antara/Muhammad Adimaja
Warta Ekonomi, Jakarta -

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih berada dalam tekanan setelah Presiden Prabowo Subianto memaparkan arah kebijakan ekonomi dalam Kerangka Ekonomi Makro (KEM) dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (PPKF) RAPBN 2027 serta putusan Bank Indonesia (BI) menaikkan suku bunga acuan sebesar 50 basis poin (bps) menjadi 5,25%.

Pada penutupan perdagangan Rabu (20/5/2026), IHSG turun 52,18 poin atau melemah 0,82% ke level 6.318,50. Pelemahan terjadi di tengah kombinasi sentimen kebijakan fiskal, keputusan moneter, dan tingginya ketidakpastian global.

Data perdagangan menunjukkan IHSG dibuka pada level 6.352,20 dan sempat menguat hingga posisi tertinggi 6.459,56. Namun tekanan jual mendorong indeks turun ke titik terendah 6.215,56 sebelum akhirnya ditutup di zona merah.

Nilai transaksi pasar mencapai Rp22,34 triliun dengan volume perdagangan 38,44 miliar saham dan frekuensi transaksi 2,449 juta kali.

Dari keseluruhan saham yang diperdagangkan, sebanyak 510 saham melemah, 217 saham menguat, dan 232 saham stagnan.

Tekanan tidak hanya terjadi di level indeks, tetapi juga merata di mayoritas sektor. Sektor bahan baku (basic industry) mencatat koreksi terdalam sebesar 4,67%, disusul sektor transportasi turun 4,22%, energi melemah 2,65%, sektor siklikal terkoreksi 2,06%, teknologi turun 1,38%, industri turun 1,27%, serta properti melemah 0,83%.

Sementara sektor keuangan menjadi salah satu penopang dengan kenaikan 1,21%. Infrastruktur juga masih menguat tipis 0,05%.

Baca Juga: IHSG dan Rupiah Diyakini Akan Membaik Jika Presiden Prabowo Lakukan Ini

Baca Juga: Pasar Belum Merespons Positif Arah RAPBN 2027 Prabowo, IHSG Masih Tertekan

Di tengah pelemahan pasar, sejumlah saham masih mencatat penguatan. PT LCK Global Kedaton Tbk (LCKM) memimpin daftar top gainers setelah naik 29,33% ke level 194. Disusul PT Super Energy Tbk (SURE) menguat 24,89%, PT Pacific Strategic Financial Tbk (APIC) naik 24,81%, PT Inter Delta Tbk (INTD) bertambah 24,35%, dan PT Ekamas Fortuna Tbk (MORA) naik 19,75%.

Di sisi lain, PT Reliance Sekuritas Indonesia Tbk (RELI) memimpin daftar top losers setelah terkoreksi 15% ke level 510. Diikuti PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) turun 14,74%, PT BSA Logistics Indonesia Tbk (WBSA) melemah 14,67%, PT Asia Pramulia Tbk (ASPR) turun 14,66%, dan PT Golden Eagle Energy Tbk (SMMT) turun 14,59%.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Annisa Nurfitri