Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Berlaku 1 Juli, ESDM Klaim B50 Sudah Lulus Uji Ekstrem

        Berlaku 1 Juli, ESDM Klaim B50 Sudah Lulus Uji Ekstrem Kredit Foto: Rahmat Dwi Kurniawan
        Warta Ekonomi, Tangerang -

        Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan implementasi mandatori biodiesel 50 persen atau B50 akan dimulai pada 1 Juli mendatang. Keputusan ini diambil setelah hasil rangkaian uji teknis pada kendaraan otomotif menunjukkan performa yang melampaui standar spesifikasi saat ini.

        Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE), Eniya Listiani Dewi, menyatakan bahwa pemerintah telah mengantongi cukup data untuk memulai transisi dari B40 ke B50. Berdasarkan uji coba statis sejauh 50.000 kilometer, penggunaan B50 tidak ditemukan kendala teknis yang berarti, bahkan pada kondisi suhu ekstrem.

        “Kami berkesimpulan bisa dimandatorikan pada 1 Juli. Secara timing, kita mengumpulkan data sampai nanti Juni, dan sebagian besar hasil uji menunjukkan hasil yang melampaui spesifikasi yang ada,” ujar Eniya dalam keterangannya di Jakarta.

        Salah satu poin krusial yang ditegaskan Eniya adalah ketahanan mesin kendaraan terhadap penggunaan campuran minyak sawit yang lebih tinggi. Berlawanan dengan kekhawatiran publik soal penyumbatan filter, data pengujian menunjukkan bahwa peningkatan kualitas FAME (Fatty Acid Methyl Ester) sebagai bahan campuran justru memperpanjang usia pakai suku cadang.

        “Maksudnya begini, kalau biasanya filter harus diganti setiap 10.000 km, ternyata sampai 30.000 km tidak perlu diganti. Saya laporkan ke Pak Menteri juga apa adanya dan ini bagus, FAME 50 persen itu. Memang kita harus menjaga spesifikasinya. Spesifikasi FAME untuk campuran B50 itu lebih bagus daripada sebelumnya karena water content-nya lebih kecil lagi,” jelasnya.

        Selain masalah perawatan mesin, pemerintah juga menyoroti performa biodiesel pada suhu dingin yang sering menjadi keluhan di daerah dataran tinggi. Eniya menyebutkan pihaknya telah melakukan pengujian langsung di kawasan Gunung Bromo untuk memastikan mesin tetap mudah dinyalakan.

        Baca Juga: Mandatori B50 Dinilai Strategis, Pembenahan Hulu Sawit jadi 'PR' Pemerintah

        Baca Juga: B50 Berlaku 1 Juli 2026, Pemerintah Uji Final di Sektor Perkeretaapian

        “Kemarin cold start engine saya di Bromo itu sudah bagus, kurang dari satu detik, bahkan 0,8 detik sudah menyala. Jadi kita berkesimpulan secara teknis sudah siap. Kita sudah berhasil di sisi otomotif, berarti high speed engine sudah berhasil. Sehingga untuk low speed engine seperti genset dan kereta tadi, itu akan lebih mudah lagi,” tambah Eniya.

        Saat ini, pengujian untuk sektor otomotif, perkapalan, pertambangan, dan alat mesin pertanian (alsintan) telah dinyatakan selesai. Sementara untuk sektor kereta api dan pembangkit listrik (genset), pengujian dijadwalkan tuntas pada Oktober mendatang karena harus menunggu siklus pemantauan selama enam bulan.

        Meski demikian, pemerintah tetap optimistis meluncurkan mandat B50 secara nasional pada pertengahan tahun ini.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
        Editor: Dwi Aditya Putra

        Bagikan Artikel: