Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Tunjangan Guru Naik Rp 2 Juta dan Cair Langsung ke Rekening, Mendikdasmen Ungkap Terobosan Prabowo

Tunjangan Guru Naik Rp 2 Juta dan Cair Langsung ke Rekening, Mendikdasmen Ungkap Terobosan Prabowo Kredit Foto: ChatGPT/Al Musthafa Gustar's
Warta Ekonomi, Jakarta -

Pemerintah mulai menjalankan skema baru untuk meningkatkan kesejahteraan guru dengan memangkas jalur birokrasi dalam pencairan gaji dan tunjangan. Selain nilai tunjangan yang bertambah, dana kini langsung ditransfer ke rekening masing-masing guru setiap bulan.

Kebijakan tersebut menjadi bagian dari komitmen Presiden Prabowo Subianto untuk memperbaiki kesejahteraan tenaga pendidik sekaligus memastikan hak guru diterima lebih cepat dan tepat sasaran.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti mengatakan perubahan mekanisme pencairan menjadi salah satu terobosan yang membedakan kebijakan saat ini dengan periode sebelumnya.

Menurut Mu’ti, pemerintah ingin memastikan manfaat program benar-benar dirasakan langsung oleh para guru tanpa terhambat proses administrasi yang panjang.

“Yang berbeda juga sebagai terobosan adalah tunjangan dan gaji itu ditransfer langsung ke rekening guru setiap bulan. Nah, ini yang membedakan dengan kebijakan sebelumnya dan ini menunjukkan komitmen Bapak Presiden untuk bagaimana proses birokrasi yang tidak birokratis dan agar guru dapat mendapatkan manfaat langsung dari transfer tunjangan yang ke rekening guru setiap bulan,” kata Mu’ti di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (11/6/2026).

Selain mengubah sistem pencairan, pemerintah juga menaikkan nilai tunjangan bagi guru honorer atau non-ASN.

Mu’ti menjelaskan tunjangan guru non-ASN kini meningkat dari Rp1,5 juta menjadi Rp2 juta.

Sementara itu, guru ASN memperoleh tunjangan sebesar satu kali gaji pokok sesuai kebijakan yang telah ditetapkan pemerintah.

“Kemudian untuk kesejahteraan guru, kami ingin tegaskan sekali lagi bahwa sesuai komitmen Bapak Presiden, tunjangan guru sekali lagi sudah dinaikkan dari yang guru non-ASN tunjangannya dinaikkan dari Rp 1,5 juta menjadi Rp 2 juta, dan kemudian guru ASN tunjangannya sebesar gaji pokok,” ujarnya.

Pemerintah menilai peningkatan kesejahteraan guru menjadi salah satu langkah penting dalam memperkuat kualitas pendidikan nasional.

Karena itu, dukungan tidak hanya diberikan melalui kenaikan tunjangan, tetapi juga melalui program peningkatan kualifikasi pendidikan bagi para guru.

Pada tahun ini, pemerintah kembali membuka program beasiswa bagi guru yang belum memiliki ijazah D4 atau S1.

Sebanyak 150.000 guru disiapkan untuk menerima bantuan pendidikan dengan nilai Rp3 juta per semester.

Baca Juga: Kabar Bahagia untuk PPPK! DPR Usulkan Gaji Guru dan Nakes Dibiayai APBN

“Nah, tahun ini kami mengalokasikan beasiswa untuk guru yang belum D4 atau S1 sebanyak 150.000 guru dengan nominal beasiswa sama dengan yang tahun 2025, Rp 3 juta per semester. Dan sekarang masih proses pendaftaran karena kami masih terus menunggu para guru untuk dapat mengikuti program ini,” kata Mu’ti.

Di saat yang sama, program beasiswa yang telah berjalan pada tahun sebelumnya mulai menunjukkan hasil.

Sebanyak 12.500 guru penerima beasiswa D4 dan S1 melalui skema rekognisi pembelajaran lampau (RPL) dijadwalkan menyelesaikan pendidikan mereka pada tahun ini.

Mu’ti bahkan berharap Presiden Prabowo dapat hadir dalam prosesi wisuda ribuan guru tersebut sebagai bentuk apresiasi atas peningkatan kualitas sumber daya manusia di sektor pendidikan.

“Insyaallah sebagian akan bisa diwisuda pada tahun ini,” ujarnya.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Wahyu Pratama
Editor: Wahyu Pratama