Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Inflasi AS Kembali Naik, Harga Bahan Makanan dan Bensin Makin Memberatkan Warga

        Inflasi AS Kembali Naik, Harga Bahan Makanan dan Bensin Makin Memberatkan Warga Kredit Foto: ChatGPT/Al Musthafa Gustar's
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Warga Amerika Serikat (AS) kini harus mengeluarkan uang lebih banyak untuk membeli bahan makanan, bensin, dan kebutuhan sehari-hari akibat inflasi yang kembali meningkat.

        Data terbaru dari Biro Statistik Tenaga Kerja (BLS) AS menunjukkan Indeks Harga Konsumen (IHK) naik 3,8 persen dalam periode 12 bulan yang berakhir April 2026. Angka ini merupakan laju inflasi tahunan tercepat sejak tahun 2023.

        Inflasi bulanan pada April tercatat naik 0,6 persen. Kenaikan ini terutama dipicu oleh lonjakan harga energi dan bahan makanan yang terus merangkak naik.

        "Sekarang semua jadi lebih mahal. Makanan, bensin, pakaian, uang sewa, semuanya naik," ujar Maxi Baker, warga Glendale, seperti dikutip Xinhua.

        Para ekonom menilai konflik geopolitik di Timur Tengah dan gangguan pasokan energi menjadi pemicu utama. Indeks harga energi melonjak 17,9 persen dalam setahun, sementara harga bensin naik tajam hingga 28,4 persen. Kedua komoditas ini menyumbang lebih dari 40 persen dari kenaikan inflasi bulanan pada April.

        Menurut American Automobile Association, harga bensin rata-rata nasional kini telah melampaui 4,50 dolar AS per galon.

        Kenaikan harga bahan bakar ini berdampak luas karena biaya transportasi memengaruhi hampir seluruh produk konsumen, mulai dari bahan pangan hingga pengiriman barang dan tiket pesawat.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Ferry Hidayat

        Bagikan Artikel: