Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        IKN Bukan Kota Hantu! Investasi Tembus Rp72 Triliun, Investor Asing Mulai Berebut Masuk

        IKN Bukan Kota Hantu! Investasi Tembus Rp72 Triliun, Investor Asing Mulai Berebut Masuk Kredit Foto: PTPP
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Di tengah berbagai anggapan miring yang menyebut Ibu Kota Nusantara (IKN) bakal menjadi “kota hantu” karena status ibu kota masih dipegang Jakarta, geliat pembangunan di Nusantara justru terus menunjukkan perkembangan signifikan.

        Nilai investasi yang masuk ke proyek ibu kota baru Indonesia itu kini tercatat telah mencapai Rp72,39 triliun. Angka tersebut menjadi sinyal kuat bahwa tingkat kepercayaan investor terhadap pembangunan IKN masih sangat tinggi.

        Juru Bicara Otorita IKN, Troy Pantouw, menyebut capaian investasi itu menandakan pembangunan Nusantara mulai bergerak menuju terbentuknya ekosistem perkotaan yang aktif dan hidup.

        "Total estimasi investasi sebesar Rp72,39 triliun menunjukkan bahwa kepercayaan terhadap IKN terus berjalan," kata Troy Pantouw dalam keterangannya, dikutip Jumat (22/5).

        Menurut Troy, pembangunan IKN bukan sekadar proyek pemindahan pusat pemerintahan, melainkan langkah besar membentuk kota masa depan Indonesia dengan kehidupan ekonomi yang terintegrasi.

        "Pembangunan Ibu Kota Nusantara adalah masa depan kota Indonesia, caranya adalah dengan bersama-sama kita membangun ekosistem kehidupan, layanan, hunian, dan berbagai aktivitas ekonomi bagi masyarakat," ujarnya.

        Baca Juga: IKN Belum Jadi Ibu Kota Negara, Anies Baswedan Bilang Begini

        Dari total investasi yang tercatat, sebesar Rp60,29 triliun berasal dari investasi swasta murni. Sementara sisanya senilai Rp12,10 triliun berasal dari pembangunan fasilitas publik dan penugasan Kementerian maupun Lembaga negara.

        Sejauh ini, tercatat ada 75 Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang melibatkan 65 pelaku usaha di sektor investasi swasta murni. Pemerintah juga telah memberikan 15 penugasan khusus kepada sejumlah Kementerian dan Lembaga guna mempercepat pembangunan kawasan inti Nusantara.

        Menariknya, investasi yang masuk tidak hanya berasal dari dalam negeri. Sejumlah investor asing dari berbagai negara seperti Korea Selatan, Tiongkok, Uni Emirat Arab, Rusia, Malaysia, hingga Singapura ikut ambil bagian dalam pembangunan berbagai sektor strategis di IKN.

        Modal yang mengalir tersebut tersebar ke berbagai bidang penting, mulai dari pembangunan hunian, infrastruktur, energi, akomodasi, fasilitas olahraga, hingga kawasan komersial.

        Baca Juga: Proyek Jokowi Terancam Jadi Kota Hantu, Gibran Didesak Mulai Berkantor di IKN

        Tak hanya proyek besar, aktivitas ekonomi pendukung juga mulai tumbuh di kawasan Nusantara. Kehadiran usaha makanan dan minuman menjadi salah satu tanda bahwa kehidupan ekonomi perlahan mulai terbentuk untuk melayani pekerja, penghuni, hingga pengunjung IKN.

        Troy menilai perkembangan ini menunjukkan bahwa IKN mulai bergerak dari sekadar proyek pembangunan fisik menjadi kota yang benar-benar hidup.

        “Ketika infrastruktur dasar, hunian, energi, layanan publik, dan aktivitas ekonomi mulai terbentuk, di situlah kota ini mulai hidup. Investasi ini menjadi jembatan dari pembangunan menuju kehidupan kota,” pungkasnya.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Belinda Safitri
        Editor: Belinda Safitri

        Bagikan Artikel: