Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        IHSG Bangkit usai Nyaris Jebol 5.900, Menkeu Prediksi Pekan Depan 'Lari Kencang'

        IHSG Bangkit usai Nyaris Jebol 5.900, Menkeu Prediksi Pekan Depan 'Lari Kencang' Kredit Foto: Istihanah
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        IHSG berhasil bangkit setelah sempat tertekan tajam hingga menyentuh level 5.966 pada perdagangan Jumat (22/5/2026). Pemerintah kini optimistis pasar saham Indonesia akan kembali melesat dalam waktu dekat seiring membaiknya fundamental ekonomi nasional.

        Purbaya Yudhi Sadewa bahkan memprediksi IHSG bakal bergerak lebih agresif pada pekan depan. Ia menilai rebound pasar saham hanya tinggal menunggu momentum yang tepat.

        "Saya pikir sih, kalau lihat dari teknikalnya sih, minggu depan udah lari kencang," ujar Purbaya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat.

        IHSG sebelumnya sempat mengalami tekanan besar dan hampir kembali jatuh ke level psikologis 5.900. Namun menjelang penutupan perdagangan, indeks berhasil berbalik arah dan ditutup menguat signifikan.

        Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia, IHSG ditutup naik 67,11 poin atau 1,10 persen ke posisi 6.162,05. Sementara indeks LQ45 juga ikut menguat 4,04 poin atau 0,66 persen ke level 620,44.

        Penguatan pasar saham ditopang rebound sejumlah saham sektor energi dan basic materials yang sebelumnya mengalami tekanan cukup dalam. Hampir seluruh sektor perdagangan saham juga berhasil kembali masuk zona hijau.

        Purbaya meminta pelaku pasar tidak panik terhadap gejolak yang sempat terjadi di pasar modal. Pemerintah disebut akan terus menjaga stabilitas ekonomi demi menopang pertumbuhan dunia usaha dan pasar keuangan nasional.

        Menurut dia, kondisi fundamental ekonomi Indonesia saat ini masih cukup kuat untuk menopang pemulihan pasar saham. Karena itu, ia yakin tren pelemahan IHSG tidak akan berlangsung lama.

        "Jadi tinggal tunggu waktu aja sampai, enggak lama kalau enggak salah, sampai harga IHSG akan rebound lagi," katanya.

        Purbaya menjelaskan pergerakan harga saham pada akhirnya akan mengikuti kondisi ekonomi dan profitabilitas perusahaan. Ketika ekonomi tumbuh positif, laba perusahaan dinilai ikut meningkat sehingga harga saham semestinya ikut menguat.

        "Itu akan dimulai oleh fundamental perekonomian. Kalau ekonominya bagus, profitability juga meningkat. Jadi harusnya sih, enggak mungkin kalau perusahaannya untung, sahamnya jatuh," ujar Purbaya.

        Ia juga menilai banyak saham saat ini masih berada di level undervalued atau lebih murah dibanding nilai fundamentalnya. Kondisi tersebut dinilai bisa menjadi peluang bagi investor saat pasar mulai pulih.

        Baca Juga: Purbaya Siapkan Langkah Penguatan Rupiah Minggu Depan, Target Kembali ke Level Rp15.000

        Pernyataan optimistis dari pemerintah muncul di tengah perhatian besar pelaku pasar terhadap arah IHSG beberapa pekan terakhir. Sebab, tekanan global dan aksi jual investor sempat membuat pasar saham Indonesia bergerak cukup volatil.

        Meski begitu, pemerintah yakin pemulihan ekonomi domestik akan menjadi faktor utama yang mendorong rebound IHSG ke depan. Optimisme tersebut diharapkan mampu meningkatkan kembali kepercayaan investor terhadap pasar modal Indonesia.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Wahyu Pratama
        Editor: Wahyu Pratama

        Bagikan Artikel: