Ade Armando Sarankan Jokowi Jangan Terlalu Dekat dengan Kader PSI, 'Nanti Dicap Partai Keluarga'
Kredit Foto: Ist
Mantan kader Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Ade Armando, mengomentari rencana mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang akan kembali blusukan ke masyarakat melalui safari politik mulai Juni 2026.
Menurut Ade Armando, salah satu tujuan utama Jokowi turun kembali ke lapangan adalah untuk menunjukkan kepada publik bahwa hubungannya dengan Presiden Prabowo Subianto tetap solid. Ia menilai langkah ini penting untuk menepis isu keretakan elit dan upaya memojokkan pemerintahan Prabowo.
“Pak Jokowi ingin mengirim sinyal kuat bahwa ia masih bersama Prabowo, tidak ada perpecahan besar, dan transisi kekuasaan berjalan lancar,” ujar Ade Armando dalam analisisnya.
Berdasarkan keterangan Sekjen Projo, Fredy Alex Damanik, kondisi kesehatan Jokowi sudah pulih 99 persen. Safari politik pertamanya akan dimulai pada Juni 2026 di Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk menyapa masyarakat dan relawan.
Ade Armando menekankan bahwa kekuatan terbesar Jokowi selama ini bukan terletak pada kekuatan partai politik, melainkan pada citranya sebagai tokoh rakyat. Ia dikenal sebagai pemimpin sederhana yang mampu membangun hubungan emosional kuat dengan masyarakat melalui gaya blusukan dan komunikasi yang dekat.
Karena itu, Ade Armando menyarankan agar Jokowi menjaga jarak simbolis dari PSI selama safari politik berlangsung.
"Sebaiknya safari ini terlihat bebas dari PSI. Jika terlalu sering dikelilingi kader PSI, publik bisa membacanya sebagai upaya mengonsolidasikan partai keluarga,” katanya.
Ia mengingatkan bahwa saat ini PSI dipimpin oleh Kaesang Pangarep, putra Jokowi sendiri. Hal ini berpotensi memperkuat persepsi bahwa blusukan Jokowi merupakan bagian dari politik dinasti.
“Isu dinasti politik sangat sensitif di Indonesia. Publik cenderung resisten jika melihat seorang tokoh terlalu rakus memperjuangkan kepentingan keluarga,” tegas Ade Armando.
Lebih lanjut, Ade Armando menilai sikap Jokowi yang tetap menjaga citra sebagai tokoh nasional independen juga sangat penting bagi legitimasi politik Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Jika Jokowi tidak terlihat terlalu mengatur politik keluarga, kritik terhadap Gibran sebagai bagian dari dinasti politik diperkirakan akan mereda.
Kesimpulannya, menurut Ade Armando, safari politik Jokowi bukanlah upaya mencari kekuasaan baru, melainkan strategi untuk menjaga persepsi publik, merawat warisan politiknya, serta menjadi penyeimbang stabilitas bagi pemerintahan Prabowo-Gibran.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Ferry Hidayat
Tag Terkait: