Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Menteri Keuangan Indonesia, Purbaya Yudhi Sadewa mengungkap strategi pemerintah untuk mendorong penguatan rupiah hingga kembali ke level Rp15.000 per dolar Amerika Serikat (AS).
Salah satu langkah utama yang dilakukan pemerintah adalah masuk ke pasar obligasi guna menjaga stabilitas pasar keuangan domestik.
Baca Juga: Amerika dan Israel Frustrasi Soal Iran, Terungkap Lewat Telepon Dramatis Netanyahu-Trump
Purbaya mengatakan Kementerian Keuangan Republik Indonesia aktif membeli obligasi di pasar sekunder untuk menahan kenaikan yield dan mengurangi tekanan arus modal keluar.
“Walaupun rupiah melemah, yield cenderung turun dalam satu minggu terakhir karena kita beli obligasi ke pasar sekunder,” ujar Purbaya dalam Jogja Financial Festival 2026, Jumat (22/5/2026).
Menurutnya, stabilitas yield menjadi penting untuk menjaga daya tarik pasar keuangan Indonesia di mata investor asing.
Purbaya mengklaim strategi tersebut mulai berhasil menenangkan pasar dan memulihkan kepercayaan investor global terhadap Indonesia.
Ia menyebut aliran modal asing kini kembali masuk ke pasar obligasi Indonesia, baik di pasar primer maupun sekunder.
“Kalau kita lihat dampaknya signifikan juga,” katanya.
Langkah intervensi pasar obligasi dilakukan di tengah nilai tukar rupiah yang masih berada di kisaran Rp17.700 per dolar AS pada perdagangan Jumat.
Baca Juga: Berani Buat Taruhan Soal Lengsernya Presiden Prabowo, Ternyata Ini Profil Polymarket
Pemerintah berharap kombinasi stabilisasi pasar keuangan dan kembalinya modal asing dapat memperkuat rupiah secara bertahap dalam beberapa waktu ke depan.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Aldi Ginastiar
Tag Terkait: