Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Legislator PKB Desak Percepatan Pembangunan Flyover Pascatragedi Kecelakaan di Stasiun Bekasi Timur

        Legislator PKB Desak Percepatan Pembangunan Flyover Pascatragedi Kecelakaan di Stasiun Bekasi Timur Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Anggota Komisi V DPR RI dari Fraksi PKB, Sudjatmiko, menyatakan dukungan penuh terhadap percepatan pembangunan flyover (jalan layang) dan penataan perlintasan sebidang di kawasan Stasiun Bekasi hingga Bekasi Timur.

        Desakan ini mencuat pascatragedi kecelakaan hebat yang melibatkan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line pada akhir April lalu.

        Menurut Sudjatmiko, insiden tragis tersebut harus menjadi alarm keras bagi pemerintah pusat, pemerintah daerah, PT KAI, serta seluruh pemangku kepentingan. Persoalan perlintasan sebidang yang selama ini menjadi titik rawan kecelakaan di kawasan Bekasi dinilai sudah mendesak untuk dituntaskan.

        "Kecelakaan beruntun yang diawali insiden taksi di perlintasan sebidang hingga berujung tabrakan KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL arah Cikarang menunjukkan bahwa kawasan Bekasi membutuhkan rekayasa transportasi yang lebih modern dan aman. Pembangunan flyover tidak bisa lagi ditunda," ujar Sudjatmiko 

        Sudjatmiko menilai, kombinasi antara kepadatan lalu lintas kendaraan di jalan raya dan tingginya frekuensi perjalanan kereta di lintas Bekasi membuat perlintasan sebidang memiliki risiko tinggi terhadap keselamatan publik.

        Untuk itu, Komisi V DPR RI berkomitmen akan mendorong dukungan anggaran serta mengawal kebijakan agar pembangunan flyover maupun underpass di titik-titik rawan Bekasi dapat diprioritaskan dalam program transportasi nasional.

        "Kita tidak boleh menunggu jatuh korban berikutnya. Bekasi adalah salah satu simpul transportasi tersibuk di Jabodetabek. Infrastruktur keselamatan harus menjadi prioritas utama negara," tegas Sudjatmiko.

        Selain mendesak pembangunan infrastruktur fisik, legislator PKB ini juga meminta adanya evaluasi menyeluruh terhadap sistem persinyalan, koordinasi pengamanan perlintasan, serta percepatan penutupan perlintasan sebidang secara bertahap.

        Komisi V DPR RI memastikan akan menjadikan tragedi di Bekasi ini sebagai momentum evaluasi nasional terhadap sistem keselamatan transportasi perkeretaapian, khususnya di kawasan urban padat penduduk seperti Jabodetabek.

        Berdasarkan data resmi, kecelakaan pada 27 April 2026 itu bermula ketika sebuah taksi mengalami insiden di jalur perlintasan dekat Bekasi Timur sehingga mengganggu operasional KRL. KRL jurusan Cikarang yang tengah berhenti di jalur tersebut kemudian ditabrak dari belakang oleh KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir–Surabaya Pasar Turi.

        Tragedi ini mengakibatkan 16 orang meninggal dunia, puluhan luka-luka, dan melumpuhkan total perjalanan kereta lintas Bekasi–Cikarang selama proses evakuasi.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Ferry Hidayat

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: