Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Tragedi Bekasi Timur Terungkap, Menhub Paparkan Detik-Detik Tabrakan Kereta yang Tewaskan 16 Orang

Tragedi Bekasi Timur Terungkap, Menhub Paparkan Detik-Detik Tabrakan Kereta yang Tewaskan 16 Orang Kredit Foto: Kemenhub
Warta Ekonomi, Jakarta -

Tragedi kecelakaan kereta api di Stasiun Bekasi Timur mulai menemukan gambaran lebih jelas setelah Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi memaparkan kronologi detail insiden maut tersebut di DPR. Dalam peristiwa yang terjadi pada 27 April 2026 itu, sebanyak 16 orang meninggal dunia dan ratusan lainnya menjadi korban.

Paparan tersebut disampaikan Menhub dalam rapat kerja bersama Komisi V DPR RI di Jakarta, Kamis (21/5/2026). Pemerintah juga memperlihatkan ilustrasi grafis untuk menjelaskan rangkaian kejadian sebelum tabrakan terjadi.

Menurut Dudy, insiden bermula saat KA Commuter Line 5568A tiba lebih awal di Bekasi pada pukul 20.34 WIB. Selang satu menit kemudian, KA Sawunggalih 116B masuk ke stasiun dalam kondisi terlambat lima menit dari jadwal.

Kereta Sawunggalih kemudian berhenti untuk menaikkan penumpang sebelum kembali diberangkatkan pukul 20.37 WIB. “Sawunggalih diberangkatkan 20.37 WIB dari Stasiun Bekasi. Sawunggalih melintas Stasiun Bekasi Timur pukul 20.39 WIB,” kata Dudy.

Situasi mulai berubah ketika sebuah taksi mogok di tengah rel sekitar pukul 20.48 WIB. Tidak lama kemudian, KA 5181B relasi Cikarang-Jakarta melintas dan menabrak kendaraan tersebut.

Insiden itu memicu kerumunan warga di sekitar lokasi karena banyak orang mendekati area rel untuk melihat kejadian. Kondisi tersebut kemudian memengaruhi perjalanan kereta lain yang melintas di jalur yang sama.

Menhub menjelaskan KA Commuter Line 5568A yang sudah mengalami keterlambatan delapan menit tiba di Stasiun Bekasi Timur pukul 20.49 WIB. Kereta sempat bergerak kembali namun harus berhenti akibat kerumunan warga di depan jalur.

Pada saat hampir bersamaan, KA Argo Bromo Anggrek melintas dari arah belakang dengan kecepatan tinggi. Kereta tersebut disebut melaju lebih awal tiga menit dari jadwal.

“Selanjutnya, Kereta Api Argo Bromo melintasi Stasiun Bekasi pukul 20.51 WIB, lebih awal 3 menit dari jadwal dengan kecepatan 108 kilometer per jam. Temperan terjadi pada pukul 20.52 WIB,” ujar Dudy.

Tabrakan pun tidak terhindarkan dan langsung memicu kepanikan besar di lokasi kejadian. Peristiwa tersebut kemudian menjadi salah satu kecelakaan kereta paling mematikan sepanjang 2026.

Dudy menyebut total korban dalam insiden itu mencapai 124 orang. Dari jumlah tersebut, 16 korban meninggal dunia, lima korban masih menjalani perawatan, dan 103 lainnya telah diperbolehkan pulang.

Pemerintah menegaskan investigasi penyebab kecelakaan masih berlangsung oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi atau KNKT. Kementerian Perhubungan mengaku menghormati proses penyelidikan yang dilakukan secara independen dan transparan.

Baca Juga: Imbas Kecelakaan di Bekasi, KAI Tutup 29 Perlintasan Sebidang Demi Tingkatkan Keselamatan Perjalanan

Selain fokus pada investigasi, pemerintah juga mempercepat pemulihan operasional perjalanan kereta api di jalur tersebut. Langkah evaluasi terhadap keselamatan perlintasan sebidang juga mulai diperketat usai tragedi ini.

“Keselamatan perlintasan sebidang menjadi perhatian serius pemerintah,” kata Dudy.

Pemerintah berharap hasil investigasi nantinya bisa menjadi dasar perbaikan sistem keselamatan transportasi kereta di Indonesia.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Wahyu Pratama
Editor: Wahyu Pratama