Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Ini Profil Sosok Terduga Mata-Mata China di Jamuan Delegasi Amerika Serikat, Namanya Cheng Cheng

        Ini Profil Sosok Terduga Mata-Mata China di Jamuan Delegasi Amerika Serikat, Namanya Cheng Cheng Kredit Foto: X/@jenniferzeng97
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Nama Cheng Cheng mendadak menjadi sorotan internasional setelah dituduh sebagai mata-mata China yang menyamar sebagai pelayan dalam jamuan kenegaraan untuk delegasi Amerika Serikat (AS) di Beijing.

        Tuduhan itu pertama kali diungkap blogger independen Jennifer Zeng melalui media sosial.

        Baca Juga: 90 Pekerja Tewas dalam Tragedi Terburuk 17 Tahun di Tambang Batu Bara China

        Menurut Zeng, perempuan yang berdiri di belakang Elon Musk dalam acara tersebut bukan staf pelayanan biasa, melainkan Mayor Cheng Cheng, seorang perwira aktif Tentara Pembebasan Rakyat China atau PLA.

        Berdasarkan informasi yang dibagikan Zeng dari sumber-sumber resmi China, Cheng Cheng disebut merupakan anggota Partai Komunis China sekaligus komandan batalion di PLA Honor Guard Ceremonial Brigade dengan pangkat mayor.

        Ia juga dikenal sebagai salah satu perempuan pertama yang bergabung dalam pasukan pengawal kehormatan militer China.

        Cheng lahir di Weifang, Provinsi Shandong, pada Desember 1986 dan bergabung dengan militer China saat berusia 18 tahun pada 2004.

        Awalnya, ia bertugas sebagai prajurit komunikasi di Korps Artileri Kedua sebelum melanjutkan pendidikan ke Bethune Military Medical College untuk mempelajari keperawatan.

        Karier Cheng mulai mendapat perhatian publik pada 2008 ketika ia dipilih memimpin formasi perempuan dalam parade militer peringatan 60 tahun berdirinya Republik Rakyat China.

        Namun ia akhirnya hanya menjadi anggota cadangan setelah tinggi badannya bertambah 1,8 sentimeter selama masa pelatihan.

        Pada 2012, Cheng resmi bergabung dengan PLA Honor Guard Ceremonial Brigade. Dua tahun kemudian, ia dipercaya menjadi komandan unit perempuan dan memimpin berbagai misi diplomatik tingkat tinggi China.

        Ia tercatat memimpin lebih dari 200 misi seremoni kenegaraan, termasuk penyambutan kepala negara asing, parade militer 70 tahun kemenangan Perang Dunia II, hingga perayaan 100 tahun Partai Komunis China.

        Cheng juga disebut berperan dalam menyusun standar operasional pasukan kehormatan perempuan China, termasuk manual prosedur dan standar misi resmi.

        Selain karier militernya, Cheng dua kali terpilih menjadi delegasi Kongres Rakyat Nasional China sejak 2018 dengan fokus isu pelatihan personel militer dan penempatan veteran.

        Ia juga menerima berbagai penghargaan resmi, termasuk First-Class Merit citation dan gelar “National March 8 Red Banner Holder”.

        Meski profil Cheng banyak tersedia di sumber resmi China, tuduhan bahwa dirinya terlibat aktivitas mata-mata dalam jamuan delegasi Amerika Serikat hingga kini belum terbukti.

        Tidak ada bukti independen yang menunjukkan Cheng melakukan operasi intelijen atau pengawasan terhadap delegasi AS.

        Baca Juga: Xi Jinping Murka Usai Ledakan Tambang Batu Bara China Tewaskan 90 Orang

        Namun viralnya tuduhan tersebut menunjukkan tingginya kecurigaan antara Beijing dan Washington di tengah memanasnya rivalitas teknologi, ekonomi, militer, dan keamanan siber antara kedua negara.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Aldi Ginastiar

        Bagikan Artikel: