Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Hemat Anggaran? Rapat Pejabat Kementerian di Afghanistan Hanya Lesehan di Karpet

        Hemat Anggaran? Rapat Pejabat Kementerian di Afghanistan Hanya Lesehan di Karpet Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Di saat banyak rapat pejabat dunia identik dengan ruang mewah, meja panjang mengilap, kursi kulit mahal, dan konsumsi bernilai fantastis, suasana berbeda justru terlihat di Afghanistan.

        Sebuah foto rapat pejabat Afghanistan yang memperlihatkan para peserta duduk lesehan di atas karpet sambil ditemani secangkir teh viral di media sosial dan memancing perhatian publik internasional.

        Baca Juga: Ini Profil Sosok Terduga Mata-Mata China di Jamuan Delegasi Amerika Serikat, Namanya Cheng Cheng

        Banyak warganet tak percaya bahwa forum pejabat negara bisa berlangsung sesederhana itu, bahkan tanpa meja besar maupun dekorasi formal ala birokrasi modern.

        Namun ternyata, forum tersebut bukan acara santai biasa.

        Foto itu diunggah langsung melalui siaran pers resmi Kementerian Kesehatan Afghanistan pada 13 Mei 2026 dan memperlihatkan rapat serius antara pejabat kementerian dengan para tetua suku dari berbagai provinsi.

        Dalam pertemuan itu, para tetua suku menyampaikan berbagai persoalan kesehatan masyarakat di daerah mereka, termasuk keterbatasan akses layanan medis di wilayah terpencil.

        Pemerintah Afghanistan melalui kementerian terkait juga membahas perluasan layanan kesehatan hingga pembangunan rumah sakit umum di ratusan distrik.

        Menteri Kesehatan Afghanistan, Mawlawi Noor Jalal Jalali, menegaskan pemerintahannya berkomitmen menyediakan layanan kesehatan yang merata bagi seluruh rakyat Afghanistan.

        Ia menyebut pembangunan rumah sakit umum telah dimulai di 318 distrik di seluruh negeri demi memperluas akses kesehatan masyarakat.

        Meski terlihat sangat sederhana, model rapat seperti ini ternyata sudah menjadi hal lazim di Afghanistan sejak pemerintahan baru mengambil alih kekuasaan.

        Rapat tingkat menteri, gubernur, hingga pejabat tinggi negara kerap dilakukan dengan duduk melingkar di lantai beralaskan karpet.

        Bagi masyarakat Afghanistan, pola tersebut bukan dianggap kuno, melainkan bagian dari tradisi musyawarah yang sangat dihormati.

        Tradisi itu dikenal dengan konsep Shura atau musyawarah serta Jirga, yakni dewan adat yang telah hidup ratusan tahun di tengah masyarakat suku Afghanistan.

        Dalam budaya tersebut, duduk melingkar tanpa sekat kemewahan dianggap melambangkan kesetaraan dan kedekatan antarpeserta rapat.

        Fenomena ini kemudian menjadi sorotan dunia karena kontras dengan budaya birokrasi modern yang sering identik dengan formalitas mahal dan simbol elitisme.

        Baca Juga: Mengenal Rudal Oreshnik, Senjata Hipersonik Rusia yang Tak Bisa Dicegat Ukraina

        Meski demikian, pemerintah Afghanistan sebenarnya tetap memiliki fasilitas rapat modern lengkap yang biasa digunakan saat menerima tamu diplomatik asing sesuai standar protokol internasional.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Aldi Ginastiar

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: