Ilustrasi: Wafiyyah Amalyris K
Pengamat kebijakan publik Muhammad Said Didu mendesak pemerintah untuk mengungkap semua pihak yang terlibat dalam praktik bagi-bagi tanah di Papua, termasuk pejabat dan mantan pejabat yang memberikan izin atau konsesi kepada oligarki.
Said Didu mengapresiasi film dokumenter “Pesta Babi” yang menurutnya berjasa membuka mata publik soal siapa saja oligarki yang mendapat tanah di Papua.
"“Semua harus dibuka. Kita berterima kasih kepada pembuat film Pesta Babi karena dari film itulah kita tahu siapa saja oligarki yang mendapatkan tanah di Papua. Yang penting dibuka juga adalah pejabat dan mantan pejabat yang memberikan tanah tersebut ke mereka,” tulisnya di akun X, Senin (25/5).
Film berjudul lengkap “Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita” ini digarap oleh sutradara Dandhy Dwi Laksono dan Cypri Paju Dale, serta resmi dirilis pada Mei 2026.
Baca Juga: Dulu Jutaan Ha Hutan Papua Dilepas ke Oligarki, Kini 900 Ribu Ha Direbut Negara
Dengan durasi sekitar 95 menit, film tersebut mengupas isu perampasan tanah adat seluas 2,5 juta hektare di Papua Selatan (Merauke, Boven Digoel, dan Mappi). Lahan hutan adat dialihkan menjadi proyek Strategis Nasional (PSN) untuk perkebunan sawit, biodiesel, dan tebu (bioetanol).
Melalui riset investigasi lapangan, film ini secara transparan menyebutkan nama-nama korporasi besar, jaringan politikus, investor, hingga keterlibatan oknum aparat yang menguasai konsesi lahan masif di Papua.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya