Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Cina 'Senang' Selat Hormuz Bakal Dibuka Lagi, Iran Belum Sepenuhnya Setuju

        Cina 'Senang' Selat Hormuz Bakal Dibuka Lagi, Iran Belum Sepenuhnya Setuju Kredit Foto: Reuters
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Perkembangan terbaru hubungan Amerika Serikat (AS) dan Iran yang disebut sudah lebih baik dan mengarah ke perdamaian disambut positif oleh Pemerintah Cina.

        Cina mendukung penyelesaian konflik lewat kesepakatan awal antara AS dan Iran. Kesepakatan awal yang dilaporkan mencakup rencana pembukaan penuh Selat Hormuz dalam 30 hari ke depan dan penundaan pembicaraan nuklir untuk sementara waktu. 

        Cina juga menegaskan akan terus berupaya mendukung perdamaian di Timur Tengah. Mao Ning menyebut Presiden Xi Jinping telah mengajukan empat usulan terkait upaya menjaga perdamaian dan stabilitas kawasan.

        Menurut Mao, Cina akan terus bertindak sejalan dengan usulan tersebut dan bekerja sama dengan komunitas internasional untuk memperkuat dukungan terhadap perundingan damai.

        Meskipun begitu, kerangka kesepakatan disebut masih belum mendapat persetujuan dari pihak Iran.

        Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyatakan Iran siap meyakinkan komunitas internasional bahwa negaranya tidak mengembangkan senjata nuklir maupun menciptakan ketidakstabilan di kawasan.

        Namun, Pezeshkian juga menegaskan para negosiator Iran tidak akan berkompromi terkait "kehormatan dan martabat" negara.

        Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baghaei mengatakan sebagian besar isu yang dibahas memang telah mencapai kesepakatan, namun belum bisa diartikan bahwa penandatanganan kesepakatan akan segera dilakukan.

        "Adalah benar kami telah mencapai kesepakatan pada sebagian besar isu yang didiskusikan. Tetapi jika dengan begitu dikatakan bahwa sebuah kesepakatan akan segera ditandatangani, tidak boleh ada siapapun yang membuat klaim semacam itu," kata Baghaei.

        Baghaei menyebut kemajuan yang tercapai merupakan hasil negosiasi selama beberapa pekan melalui mediasi Pakistan dengan dukungan sejumlah negara lain.

        Terkait Selat Hormuz, Iran menegaskan pengelolaan jalur laut strategis tersebut menjadi tanggung jawab negara-negara pesisir. Teheran juga disebut terus berkomunikasi dengan negara-negara yang berbatasan dengan Selat Hormuz guna menjaga keamanan dan melindungi kepentingan bersama.

        Baca Juga: Prabowo Pakai Cara Militer hingga Datangkan Pengajar Internasional untuk Bentuk Pemimpin BUMN

        Di sisi lain, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio pada Minggu (24/5) di New Delhi mengatakan telah terjadi kemajuan dalam penyusunan kerangka kesepakatan untuk membuka kembali Selat Hormuz tanpa pungutan.

        Rubio menyebut AS bersama mitra di kawasan Teluk dalam 48 jam terakhir telah membuat kemajuan diplomatik terkait kerangka kesepakatan tersebut.

        Presiden AS Donald Trump sendiri juga menyebut kesepakatan damai dengan Iran sebagian besar telah dirundingkan dan tinggal menunggu tahap finalisasi. Meski demikian, baik AS maupun Iran hingga kini belum mengungkap detail negosiasi kepada publik.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Amry Nur Hidayat

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: