Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        BRI Cetak Laba Rp15,89 Triliun per April 2026

        BRI Cetak Laba Rp15,89 Triliun per April 2026 Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI membukukan laba bersih sebesar Rp15,89 triliun hingga April 2026. Capaian tersebut meningkat 5,91% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (year-on-year/yoy).

        Berdasarkan laporan keuangan perseroan, pertumbuhan laba ditopang oleh peningkatan pendapatan bunga bersih (net interest income/NII) serta penurunan beban bunga yang signifikan.

        Pendapatan bunga bersih BRI tercatat sebesar Rp39,37 triliun atau tumbuh 7,50% yoy. Kinerja tersebut didukung oleh pendapatan bunga yang naik tipis 0,09% yoy menjadi Rp53,50 triliun, sementara beban bunga berhasil ditekan 16,03% yoy menjadi Rp14,12 triliun.

        Dari sisi intermediasi, penyaluran kredit BRI terus menunjukkan pertumbuhan positif. Total kredit yang disalurkan mencapai Rp1.376,35 triliun atau meningkat 10,97% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

        Sejalan dengan pertumbuhan kredit, penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) juga meningkat 6,84% yoy menjadi Rp1.496,3 triliun. Pertumbuhan DPK terutama didorong oleh kenaikan dana murah (CASA).

        Simpanan giro tercatat tumbuh 22,64% yoy menjadi Rp455,48 triliun, sedangkan tabungan meningkat 12,51% yoy menjadi Rp603,72 triliun. Di sisi lain, deposito mengalami penurunan 11,25% yoy menjadi Rp437,09 triliun.

        Selanjutnya, pendapatan berbasis komisi atau fee based income juga masih mencatatkan pertumbuhan moderat. Pendapatan komisi dan provisi naik 2,99% yoy menjadi Rp6,88 triliun.

        Baca Juga: BRI Kucurkan Pinjaman Rp1,2 Triliun ke Anak Usaha Jababeka

        Baca Juga: BI Rate Naik Jadi 5,25%, BRI dan BTN Bakal Perkuat Strategi Pendanaan

        Sementara itu, beban provisi meningkat tipis 1,98% yoy menjadi Rp14,63 triliun. Kendati demikian, kualitas aset dan risiko kredit BRI masih terjaga.

        Hal itu tercermin dari rasio biaya kredit atau cost of credit (CoC) yang tetap terkendali di level 3,24% pada periode empat bulan pertama 2026. Adapun posisi CoC per April 2026 tercatat sebesar 3,33%.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Cita Auliana
        Editor: Dwi Aditya Putra

        Bagikan Artikel: