Kapolri dan TNI Turun Tangan, Ada Pergolakan Besar Sebelum Harga Gabah Rp6.500
Kredit Foto: WE
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) menceritakan lika-liku penetapan harga gabah dari Rp6.000 menjadi Rp6.500 per kilogram.
Ia mengungkapkan, dalam tiga kali rapat pembahasan, banyak pihak menolak kenaikan harga. Namun demi kesejahteraan petani, Zulhas bersikukuh mengunci harga tanpa aturan rumit soal kadar air yang kerap dimanfaatkan tengkulak.
"Kita mengatakan harga gabah kita naikkan hanya 500 tapi kita harus berpihak kepada petani, tidak boleh ada kadar 15 air atau kadar 14 kadar 17. Petani enggak mengerti, dia ngukur kalau panen dia mengukur kadar 14 air itu dari mana? Hmmm inilah peluang untuk KKN-nya, peluangnya apa? Tengkulak-tengkulak," ucapnya, dikutip dari YouTube Refly Harun, Kamis (28/5).
Bulog sempat keberatan, namun Zulhas menegaskan petani harus menerima harga Rp6.500. Ia kemudian mengajukan Peraturan Presiden (Perpres) ke Presiden, yang langsung diteken dalam sehari.
Zulhas mengaku perjuangan tidak mudah karena tengkulak sudah mengakar kuat. Ia pun mengundang Kapolri Listyo Sigit Prabowo untuk memastikan aturan berjalan di lapangan.
"Pak Kapolri, ini aja yang dibaca saudara Kapolsek, Kapolres, ini Perpres sudah ada, presiden perintahkan gabah 6.500. Kalau petani tidak terima 6.500 tolong diperiksa," ujarnya.
Baca Juga: Zulhas Ungkap Momen Prabowo Marah Minta Hapus Kebijakan
Baca Juga: Kurban Sapi Prabowo Tak Pakai APBN, MUI Minta Jangan Ribut-Ribut
Tak berhenti di situ, Zulhas juga melibatkan TNI. Babinsa dan Dandim diminta ikut mengawasi agar petani benar-benar menerima harga sesuai Perpres.
Setelah pengawalan aparat, Zulhas memastikan kini harga gabah di seluruh Indonesia tidak ada lagi yang di bawah Rp6.500. Jika ada, koperasi desa siap membeli dengan harga sesuai aturan.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Tag Terkait: