Lonjakan Kasus Begal di Jakarta hingga Dijuluki 'Gotham City', DPR: Itu karena Tekanan Ekonomi dan Ketimpangan
Kredit Foto: WE
Lonjakan kasus pembegalan di ibu kota memicu kekhawatiran besar bagi masyarakat, khususnya para pekerja yang kerap pulang pada malam hari.
Kondisi ini bahkan membuat tagar "Jakarta Darurat Begal" ramai di media sosial, seiring dengan maraknya aksi kejahatan jalanan yang menonjol di wilayah Jakarta Barat hingga dijuluki 'Gotham City' oleh netizen.
Merespons keresahan tersebut, Anggota Komisi III DPR RI, Gilang Dhielafararez, menegaskan bahwa penindakan hukum oleh kepolisian tidak bisa berdiri sendiri. Penumpasan begal harus dibarengi dengan pembenahan infrastruktur kota.
Ia juga meminta Pemprov DKI Jakarta dan aparat terkait untuk segera memperbaiki fasilitas publik, seperti mengoptimalkan penerangan jalan umum (PJU) dan memperbanyak kamera pengawas (CCTV).
Gilang juga menekankan pentingnya memutus mata rantai kejahatan dengan memberantas pasar penadah barang-barang curian.
Menurut Gilang, fakta adanya pelaku yang bisa beraksi hingga ratusan kali dalam beberapa bulan menunjukkan adanya celah serius dalam sistem deteksi dini dan pemetaan pelaku oleh aparat penegak hukum.
Namun, Politisi Fraksi PDI-Perjuangan ini juga mengingatkan bahwa maraknya kriminalitas jalanan merupakan indikator adanya tekanan sosial-ekonomi di perkotaan.
"Kalau penanganannya hanya berfokus pada penangkapan pelaku tanpa memperbaiki akar masalah ekonomi dan ketimpangan sosial, maka siklus kejahatan berpotensi terus berulang," jelasnya.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Ferry Hidayat
Tag Terkait: