Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Dukung UMKM, Menkeu Purbaya Kenakan Jaket Kulit Buatan Garut

        Dukung UMKM, Menkeu Purbaya Kenakan Jaket Kulit Buatan Garut Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, kembali menunjukkan dukungan nyata terhadap produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) tanah air. Dalam sebuah kesempatan, ia tampil memukau dengan mengenakan jaket kulit produksi Astiga Leather, sebuah merek ternama asal Garut, Jawa Barat.

        “Makasih UMKM Garut, lain kali saya mau cobain yang warna putih sekalian kesana meninjau langsung ya, sekali lagi sukses Astiga Leather,” kata Menkeu Purbaya pada Jumat (29/5).

        Dalam penampilannya, Purbaya tampak antusias mengenakan jaket kulit berwarna cokelat cerah yang trendy. Padu padan jaket tersebut serasi dengan kemeja putih dan celana panjang hitam, yang merupakan ciri khas gaya berpakaiannya.

        Astiga Leather bukanlah nama baru di industri fesyen tanah air. Berdiri sejak tahun 1998, merek ini masih eksis hingga kini karena mampu beradaptasi dengan keinginan pasar dan perkembangan tren fesyen dari masa ke masa.

        Astiga menyediakan berbagai produk kerajinan kulit, dengan jaket sebagai produk utama. Selain itu, tersedia pula produk lain seperti tas, dompet, dan gantungan kunci.

        Brand ini menjadi salah satu contoh nyata bahwa produk lokal mampu bersaing dengan produk internasional, baik dari segi kualitas maupun desain.

        Popularitas Astiga Leather tidak hanya sampai di kalangan pejabat negara. Melalui akun Instagram resminya, tampak sejumlah selebriti nasional seperti host Robby Purba, hingga juri Indonesian Idol Maia Estianty, Judika, dan Bunga Citra Lestari, mampir ke outlet Astiga yang beralamat di Jalan Ahmad Yani No. 320, Garut.

        "Kulitnya bagus. Saya suka dengan mereka yang rapi banget kerjanya," puji Maia Estianty, yang akrab disapa Bunda Maia.

        Dukungan terhadap UMKM seperti yang ditunjukkan Menkeu Purbaya menjadi sangat krusial. Pasalnya, sektor UMKM tetap menjadi tulang punggung perekonomian Indonesia pada tahun 2026.

        Berdasarkan berbagai data pemerintah dan lembaga ekonomi yang dirilis sepanjang 2026, kontribusi UMKM sangat signifikan dalam sejumlah aspek utama:

        • Kontribusi terhadap PDB: Menyumbang sekitar 61% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional, setara dengan lebih dari Rp8.500 triliun.
        • Penyerapan tenaga kerja: Menyerap sekitar 97% tenaga kerja nasional, menjadikannya sektor dengan penyerapan tenaga kerja terbesar di Indonesia.

        Baca Juga: Wamendagri Minta Kepala Daerah Serius Genjot UMKM Digital

        • Investasi dan Ekspor: Berkontribusi sekitar 60% terhadap total investasi nasional, serta menyumbang sekitar 16% dari total ekspor nonmigas Indonesia.

        Pemerintah pada 2026 terus memperkuat UMKM melalui berbagai program, termasuk pembiayaan Kredit Usaha Rakyat (KUR), digitalisasi usaha, dan perluasan akses pasar. Target plafon pembiayaan program UMKM pada tahun ini mencapai lebih dari Rp315 triliun.

        Dengan sinergi antara dukungan simbolis dari para pemimpin negara dan kebijakan nyata yang berpihak, sektor UMKM diharapkan terus tumbuh dan menjadi motor utama pemulihan serta penguatan ekonomi nasional.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Amry Nur Hidayat

        Bagikan Artikel: