Kredit Foto: Cita Auliana
Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) akhirnya buka suara untuk meluruskan rumor yang beredar di media sosial mengenai kabar Presiden Prabowo Subianto ditolak atau batal berkunjung ke Italia.
Kepala Bakom Muhammad Qodari, menegaskan bahwa narasi tersebut sama sekali tidak benar. Sejak awal, agenda resmi Kepala Negara memang hanya dijadwalkan untuk mengunjungi Prancis.
"Sejak awal tidak ada statement pemerintah RI bahwa Presiden akan ke Italia. Jadwal resmi memang hanya ke Prancis," kata Qodari dalam klarifikasi resminya.
Qodari menjelaskan, kunjungan kerja ke Prancis tersebut dilakukan untuk memenuhi undangan serta bertemu langsung dengan Presiden Emmanuel Macron.
Pertemuan ini sekaligus menjadi ajang balasan atas kunjungan Presiden Macron ke Indonesia pada tahun sebelumnya.
Rencana diplomasi ini pun bukan agenda mendadak, melainkan sudah dipersiapkan secara matang sejak jauh hari.
"Kunjungan ke Prancis ini sudah direncanakan sejak lama, bahkan sudah diumumkan oleh Menteri Luar Negeri Sugiono sejak April lalu. Kerja sama yang dibahas di sana mencakup berbagai sektor strategis, mulai dari bidang pertahanan hingga ekonomi," lanjutnya.
Melalui klarifikasi video resmi tersebut, pihak Istana berharap masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu liar yang tidak jelas sumbernya di media sosial.
Qodari kembali memastikan bahwa seluruh agenda diplomasi luar negeri Presiden Prabowo berjalan sesuai dengan rencana dan koridor resmi yang telah ditetapkan.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Ferry Hidayat
Tag Terkait: