Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Merck Tebar Dividen Rp123,2 Miliar dari Laba 2025

        Merck Tebar Dividen Rp123,2 Miliar dari Laba 2025 Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        PT Merck Tbk memperoleh persetujuan pemegang saham untuk membagikan dividen final tahun buku 2025 sebesar Rp123,2 miliar atau Rp275 per saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang diambil setelah Perseroan membukukan pertumbuhan pendapatan dan laba sepanjang 2025.

        Dalam RUPST, pemegang saham juga menyetujui Laporan Tahunan dan Laporan Keuangan tahun buku 2025 yang mencatat penjualan sebesar Rp1,2 triliun serta laba usaha mencapai Rp320 miliar.

        Presiden Direktur PT Merck Tbk Evie Yulin mengatakan kinerja perusahaan pada 2025 dan awal 2026 menunjukkan keberhasilan strategi bisnis yang dijalankan Perseroan, terutama melalui penguatan bisnis Healthcare dan disiplin operasional.

        “Kinerja Perseroan pada tahun 2025 dan kuartal I 2026 menjadi bukti komitmen kami dalam menjaga pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan melalui penguatan bisnis Healthcare, disiplin operasional, serta fokus untuk menghadirkan manfaat bagi lebih banyak masyarakat di Indonesia,” ujar Evie dalam keterangan tertulis, Senin (1/6/2026).

        Sepanjang 2025, Merck membukukan pendapatan sebesar Rp1,2 triliun atau meningkat 16% dibandingkan Rp1,04 triliun pada tahun sebelumnya. Pertumbuhan tersebut turut mendorong laba usaha naik 66% menjadi Rp320 miliar dari Rp193 miliar pada 2024.

        Sementara itu, laba tahun berjalan meningkat 59% menjadi Rp244 miliar dari Rp153 miliar pada tahun sebelumnya. Total aset Perseroan mencapai Rp1,27 triliun atau naik 33%, sedangkan ekuitas meningkat 21% menjadi Rp976 miliar.

        Perseroan juga mencatat penguatan arus kas operasi sepanjang 2025 yang ditopang peningkatan penerimaan kas dari pelanggan dan pengelolaan operasional yang lebih disiplin.

        Adapun momentum pertumbuhan berlanjut pada kuartal I 2026 di mana perseroan mencatat pertumbuhan kinerja sekitar 32% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan tersebut didorong oleh peningkatan penjualan di seluruh divisi usaha, terutama produk Healthcare kepada mitra utama maupun pasar ekspor.

        Baca Juga: Saham Portofolio Lo Kheng Hong GJTL Bakal Bagikan Dividen Rp80 per Saham, Simak Jadwalnya

        Baca Juga: Triputra Agro Bagi Dividen Rp3,57 Triliun, Cek Jatah Investor TAPG

        Pada momen ini, produk diabetes menjadi kontributor terbesar penjualan Healthcare dengan kontribusi 24% dan pertumbuhan 51,1% secara tahunan. Selain itu, produk fertility tumbuh 18,2%, thyroid naik 44,9%, dan endocrinology meningkat 2,4%.

        “Di tengah dinamika industri yang terus berkembang, kami akan tetap berfokus untuk membangun bisnis yang adaptif, resilien, dan mampu tumbuh secara berkelanjutan. Perseroan berkomitmen untuk terus memberikan dampak positif bagi masyarakat dan ekosistem kesehatan di Indonesia,” kata Evie.

        Lebih lanjut, posisi kas dan setara kas Perseroan tercatat sekitar Rp443 miliar pada akhir Maret 2026, didukung peningkatan arus kas operasi dan penurunan utang dibandingkan tahun sebelumnya.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Azka Elfriza
        Editor: Annisa Nurfitri

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: