Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Damai Tinggal Mimpi? AS-Iran Kembali Saling Gempur, Timur Tengah Panas!

        Damai Tinggal Mimpi? AS-Iran Kembali Saling Gempur, Timur Tengah Panas! Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran kembali memanas meski kedua negara masih berada dalam proses negosiasi untuk mengakhiri konflik yang telah berlangsung selama tiga bulan.

        Serangan balasan demi balasan kembali terjadi, memunculkan pertanyaan besar mengenai masa depan gencatan senjata yang selama ini diharapkan mampu meredakan situasi di kawasan Timur Tengah.

        Melansir Reuters, insiden terbaru terjadi setelah militer AS mengumumkan serangan terhadap sejumlah fasilitas militer Iran pada akhir pekan. Tak lama berselang, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menyatakan telah melancarkan serangan balasan dengan menargetkan pangkalan yang disebut digunakan untuk menyerang wilayah Iran.

        Militer AS mengaku menyerang lokasi radar dan fasilitas drone Iran di Kota Goruk serta Pulau Qeshm. Menurut Komando Pusat AS (CENTCOM), operasi tersebut dilakukan sebagai respons atas tindakan Iran yang disebut telah menembak jatuh pesawat nirawak MQ-1 milik AS yang sedang beroperasi di wilayah perairan internasional.

        "Pesawat tempur AS dengan cepat merespons dengan melenyapkan pertahanan udara Iran, stasiun kendali darat, dan dua drone serang satu arah yang menimbulkan ancaman nyata bagi kapal-kapal yang melintasi perairan regional," kata CENTCOM dalam unggahan di platform X.

        CENTCOM juga menegaskan bahwa pihaknya akan terus melindungi aset dan kepentingan Amerika Serikat selama masa gencatan senjata yang saat ini masih berlaku.

        Baca Juga: Harapan Damai Goyah, Iran Sebut AS Tak Bisa Dipercaya: Kesepakatan Apapun akan Ditolak

        Di sisi lain, IRGC mengonfirmasi telah melakukan serangan balasan terhadap pangkalan udara yang digunakan AS untuk melancarkan serangan ke wilayah Iran bagian selatan. Namun, pihak Iran tidak merinci lokasi pangkalan yang menjadi sasaran.

        Meski gencatan senjata mulai berlaku sejak awal April, AS dan Iran tercatat masih beberapa kali terlibat aksi saling serang secara terbatas. Pertukaran serangan serupa bahkan dilaporkan terjadi pada pekan lalu dengan pola dan alasan yang hampir sama dari kedua pihak.

        Konflik yang pecah sejak 28 Februari lalu dan melibatkan AS serta Israel disebut telah menelan ribuan korban jiwa, terutama di Iran dan Lebanon.

        Baca Juga: Trump Sebut Perang Irak Kesalahan Besar AS, Tapi Tetap Bela Serangan ke Iran

        Selain dampak kemanusiaan, perang tersebut juga memicu gejolak ekonomi global akibat terganggunya jalur energi dunia, termasuk penutupan efektif Selat Hormuz oleh Iran yang sempat mendorong lonjakan harga energi internasional.

        Dengan serangan terbaru yang kembali terjadi di tengah proses diplomasi, peluang tercapainya kesepakatan damai permanen antara kedua pihak kini kembali menghadapi ujian berat.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Belinda Safitri
        Editor: Belinda Safitri

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: