Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Sampai 30 Juni! Keluarga Jemaah Haji Tak Boleh Jemput di Bandara Soetta, Langsung ke Asrama Haji

        Sampai 30 Juni! Keluarga Jemaah Haji Tak Boleh Jemput di Bandara Soetta, Langsung ke Asrama Haji Kredit Foto: Antara/Fauzan
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Pemerintah menerapkan sejumlah aturan baru dalam proses kepulangan jemaah haji Indonesia musim haji 1447 H/2026 M guna mempercepat layanan sekaligus menjaga kelancaran operasional di bandara. 

        Salah satu ketentuan yang diberlakukan adalah larangan bagi keluarga untuk menjemput jemaah secara langsung di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang.

        Kebijakan tersebut diterapkan seiring dimulainya fase pemulangan jemaah haji melalui Bandara Soekarno-Hatta pada 1 Juni 2026. Seluruh keluarga jemaah diminta menunggu kedatangan anggota keluarganya di asrama haji atau lokasi debarkasi masing-masing untuk menghindari kepadatan di area terminal.

        General Manager Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Heru Karyadi, mengimbau masyarakat agar tidak melakukan penjemputan langsung di bandara. Menurut dia, seluruh jemaah yang tiba akan langsung diarahkan menuju bus yang membawa mereka ke debarkasi sebelum melanjutkan perjalanan ke daerah asal.

        Hingga 30 Juni 2026, Bandara Soekarno-Hatta dijadwalkan melayani kepulangan 34.853 jemaah haji yang tergabung dalam 84 kelompok terbang (kloter). 

        Jemaah tersebut berasal dari Debarkasi Pondok Gede, Bekasi, Banten, serta jemaah transit menuju Lampung yang diangkut menggunakan maskapai Garuda Indonesia dan Saudia Airlines.

        Selain pengaturan penjemputan, pemerintah juga memperbarui skema layanan kedatangan jemaah untuk mempercepat proses kepulangan. Kementerian Haji dan Umrah mengubah alur layanan di bandara dengan memindahkan posisi bus dari area air side ke terminal bus umrah yang lokasinya lebih dekat dengan jalur kedatangan jemaah.

        Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah, Maria Assegaff, menjelaskan bahwa perubahan tersebut dirancang untuk memangkas waktu pelayanan sejak jemaah turun dari pesawat hingga naik ke bus. 

        Jika sebelumnya proses tersebut dapat memakan waktu lebih dari satu jam, kini seluruh tahapan ditargetkan selesai dalam waktu 30 hingga 45 menit.

        Menurut Maria, penyesuaian tersebut bertujuan memudahkan mobilitas jemaah, mengurangi kelelahan setelah perjalanan panjang dari Arab Saudi, serta memastikan mereka dapat melanjutkan perjalanan pulang dengan lebih nyaman.

        Penerapan perdana skema baru dilakukan pada pemulangan jemaah Debarkasi Jakarta Kloter JKG-01 asal Jakarta Timur yang tiba di Bandara Soekarno-Hatta pada Senin (1/6/2026) malam. 

        Rombongan yang berjumlah 391 orang itu mendarat lebih cepat dari jadwal dan kemudian menjalani pemeriksaan kesehatan serta keimigrasian sebelum diberangkatkan menuju Asrama Haji Kelas I Jakarta.

        Dalam proses pemulangan, jemaah diwajibkan melewati sejumlah tahapan khusus yang berbeda dengan penumpang reguler. Tahapan tersebut mencakup pemeriksaan dokumen, penanganan bagasi, pemeriksaan kesehatan, hingga pengaturan transportasi menuju debarkasi.

        Baca Juga: Jamaah Haji RI Diminta Doakan Tanah Air di Arafah, Ada Apa?

        Pengelola bandara juga memusatkan seluruh layanan pemulangan haji tahun ini di Terminal 2F Bandara Soekarno-Hatta. Berbagai fasilitas khusus telah disiapkan, mulai dari area kedatangan jemaah, sistem penanganan bagasi, ruang tunggu, pos kesehatan, hingga jalur khusus bagi bus pengangkut jemaah.

        Heru menegaskan keberhasilan proses pemulangan sangat bergantung pada kolaborasi seluruh pihak yang terlibat, mulai dari pengelola bandara, Kementerian Agama, Kementerian Haji dan Umrah, maskapai penerbangan, imigrasi, bea cukai, petugas kesehatan, hingga pemerintah daerah.

        Selain itu, pemerintah menilai penjemputan di asrama haji memberikan ruang yang lebih nyaman bagi keluarga sekaligus memberi kesempatan kepada jemaah untuk menyelesaikan administrasi dan menerima barang bawaan, termasuk distribusi air zamzam yang dibagikan di asrama haji sebelum mereka kembali ke rumah masing-masing.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Amry Nur Hidayat

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: