Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Prabowo Terpaksa Lebih Sering Keluar Negeri Demi Lindungi Kepentingan Indonesia, Ini Kata Gerindra

        Prabowo Terpaksa Lebih Sering Keluar Negeri Demi Lindungi Kepentingan Indonesia, Ini Kata Gerindra Kredit Foto: BPMI
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Partai Gerindra menilai meningkatnya intensitas kunjungan luar negeri Presiden Prabowo Subianto tidak bisa dilepaskan dari kondisi geopolitik global yang terus berubah dan berdampak langsung terhadap Indonesia.

        Ketua Harian Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad mengatakan perkembangan situasi internasional saat ini memiliki pengaruh besar terhadap kondisi ekonomi, politik, dan keamanan nasional.

        Baca Juga: Senator Amerika Murka ke Menterinya Trump: Kenapa Negara Superpower Seperti Kita Bisa Ditahan Iran?!

        Karena itu, Presiden dinilai perlu aktif melakukan diplomasi langsung dengan berbagai negara untuk mengantisipasi dampak yang bisa merembet ke dalam negeri.

        “Dinamika di luar negeri sangat mempengaruhi dinamika di dalam negeri yang tentunya berdampak,” ujar Dasco, dikutip Kamis (4/6).

        Menurutnya, kondisi dunia saat ini jauh lebih kompleks dibanding beberapa tahun lalu. Ketegangan geopolitik, konflik kawasan, ketidakpastian ekonomi global, hingga perubahan konfigurasi hubungan antarnegara membuat diplomasi tingkat tinggi menjadi semakin penting.

        Dalam situasi seperti itu, Dasco menilai kehadiran langsung Presiden dalam berbagai forum internasional maupun pertemuan bilateral tidak bisa selalu digantikan oleh komunikasi virtual.

        Ia menegaskan bahwa setiap keputusan kunjungan luar negeri dilakukan berdasarkan kebutuhan yang muncul dari perkembangan situasi global.

        Dasco juga mengingatkan bahwa masukan terkait substansi geopolitik tetap penting untuk dipertimbangkan pemerintah. Namun, ia menilai publik juga perlu memahami bahwa perubahan kondisi internasional sering kali menuntut respons cepat dari seorang kepala negara.

        Pernyataan tersebut disampaikan di tengah kritik yang dilontarkan diplomat senior Dino Patti Djalal mengenai tingginya frekuensi perjalanan luar negeri Presiden.

        Bagi Gerindra, aktivitas diplomasi yang intens justru menjadi konsekuensi logis dari semakin besarnya tantangan global yang harus dihadapi Indonesia.

        Namun Menteri Luar Negeri Dino Patti Djalal menyoroti bagaimana Prabowo termasuk pemimpin dunia yang paling sering melakukan kunjungan ke luar negeri.

        Baca Juga: 'Lama Dipantau Prabowo', Dua Isu di Balik Pencopotan Kepala BGN usai Lempar Wacana MBG di Arab Saudi

        Ia khawatir soal besarnya biaya yang harus dikeluarkan dalam setiap kunjungan kepala negara. Menurutnya, biaya tersebut mencakup tim pendahulu, transportasi udara, hotel, logistik, konsumsi, protokoler, pengamanan, uang harian delegasi, hingga berbagai kebutuhan pendukung lainnya. Ia memperkirakan satu perjalanan luar negeri dapat menghabiskan puluhan hingga ratusan miliar rupiah.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Aldi Ginastiar

        Bagikan Artikel: