Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Transaksi Hampir Rampung, Sandiaga Uno Segera Bergabung dengan MUTU

        Transaksi Hampir Rampung, Sandiaga Uno Segera Bergabung dengan MUTU Kredit Foto: Kemenparekraf
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Pengusaha nasional Sandiaga Salahuddin Uno mengonfirmasi proses investasinya di PT Mutuagung Lestari Tbk (MUTU) telah memasuki tahap akhir. Setelah menyelesaikan proses penjajakan dan uji tuntas (due diligence), transaksi tersebut kini hanya menunggu penyelesaian dokumen administratif sebelum dieksekusi.

        Sandiaga menyebut peluang bergabungnya dirinya ke dalam struktur pemegang saham MUTU semakin dekat. Meski belum mengungkap nilai maupun porsi kepemilikan yang akan diambil, ia mengindikasikan proses transaksi sudah berada pada fase final.

        “Kalau timeline-nya, dibilang imminent (sudah sangat dekat). Bolanya ini sudah mendekati garis goal (gawang), jadi sudah tinggal tunggu beberapa dokumentasi yang bersifat administratif,” ujar Sandiaga.

        Rencana investasi ini menjadi langkah korporasi pertama Sandiaga setelah hampir satu dekade lebih banyak berkiprah di pemerintahan. Sebelumnya ia menjabat sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, hingga Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

        Menurut Sandiaga, daya tarik utama MUTU terletak pada transformasi bisnis perusahaan yang kini tidak lagi sekadar bergerak di sektor pengujian, inspeksi, dan sertifikasi (testing, inspection, and certification/TIC), melainkan mulai mengembangkan layanan yang berkaitan dengan keberlanjutan dan ekonomi hijau.

        Ia menilai kebutuhan terhadap praktik bisnis berkelanjutan akan terus meningkat seiring tuntutan pasar global terhadap standar lingkungan, sosial, dan tata kelola perusahaan (environmental, social, and governance/ESG).

        “Saya berinvestasi untuk menengah jangka panjang, jadi saya tidak pernah menggunakan data-data jangka pendek untuk keputusan investasi jangka panjang,” katanya.

        Baca Juga: 50 Brand Terpilih Ikuti Mentoring Rocket Incubation Sandiaga Uno

        Baca Juga: Advan Kenalkan Ultra Smartwatch Lewat Event Lari, Sandiaga Uno Ikut Jajal 5KM di Senayan

        Ia menambahkan sektor ekonomi hijau memiliki prospek pertumbuhan yang kuat dalam beberapa tahun ke depan, terutama sejalan dengan meningkatnya perhatian investor dan pelaku usaha terhadap isu keberlanjutan.

        Meski demikian, Sandiaga belum mengungkap kendaraan investasi yang akan digunakan dalam transaksi tersebut. Ia menyebut pembahasan terkait penggunaan dana pribadi, perusahaan investasi, maupun entitas bisnis lainnya masih dalam tahap finalisasi.

        Di sisi lain, manajemen MUTU membenarkan adanya proses yang sedang berjalan dengan Sandiaga. Direktur MUTU Arifin mengatakan perusahaan membuka peluang kolaborasi strategis guna memperkuat pengembangan bisnis berkelanjutan yang tengah dijalankan perseroan.

        “Kami terima kasih kalau Pak Sandi insya Allah kalau misalnya berjodoh akan bergabung bersama-sama kami untuk bersama-sama membangun platform green Indonesia,” ujar Arifin.

        Masuknya Sandiaga juga berpotensi berkaitan dengan rencana penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (PMTHMETD) atau private placement yang telah memperoleh persetujuan pemegang saham.

        Arifin menjelaskan perseroan sebelumnya mendapatkan restu Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) untuk menerbitkan saham baru hingga sekitar 10% dari modal ditempatkan dan disetor penuh. Sesuai ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), perseroan memiliki waktu pelaksanaan maksimal dua tahun sejak persetujuan diperoleh.

        “Sekarang kan ongoing process ya, jadi mudah-mudahan dalam waktu dekat lah ya. (Targetnya) kurang dari dua tahun,” katanya.

        Manajemen MUTU belum memastikan apakah masuknya Sandiaga akan memengaruhi besaran dana yang dihimpun maupun struktur transaksi PMTHMETD. Perseroan menyatakan seluruh opsi masih dibahas dalam proses finalisasi yang sedang berlangsung.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Annisa Nurfitri

        Bagikan Artikel: