Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        IHSG Sudah Turun 32%, Purbaya Akui Tak Siapkan Intervensi Khusus: Yang Penting Adalah...

        IHSG Sudah Turun 32%, Purbaya Akui Tak Siapkan Intervensi Khusus: Yang Penting Adalah... Kredit Foto: Dok. Kemenkeu
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Tekanan yang terus menghantam pasar saham Indonesia belakangan ini memicu kekhawatiran para pelaku pasar. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bahkan tercatat telah kehilangan sekitar 32,46 persen dari posisi tertingginya sepanjang tahun ini.

        Penurunan tersebut membuat IHSG bergerak ke level terendah sejak periode 2020. Namun di tengah kondisi itu, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa justru memilih tidak menyiapkan langkah intervensi khusus untuk menopang pasar saham.

        Purbaya menilai, kekuatan fundamental ekonomi nasional masih menjadi modal utama yang dapat mengembalikan kepercayaan investor dan mendorong IHSG kembali menguat.

        “Kalau dari saya sih nggak ada. Yang penting adalah saya jelaskan bahwa fondasi ekonomi kita bagus dan akan membaik terus. Itu harusnya menjadi landasan ke penilaian harga saham,” kata Purbaya, dikutip dari Antara, Jumat (5/6).

        Menurut Bendahara Negara tersebut, gejolak yang terjadi saat ini lebih banyak dipicu sentimen jangka pendek dibandingkan masalah mendasar pada perekonomian Indonesia.

        Baca Juga: Heboh Menkeu Purbaya Bakal Diganti Chatib Basri, Ini Kata Istana

        Ia menilai berbagai isu negatif yang berkembang di masyarakat telah memengaruhi persepsi pasar dan membuat investor cenderung bersikap hati-hati.

        "Karena banyak isu-isu negatif," ujarnya.

        Purbaya mencontohkan rumor yang sempat beredar mengenai kemungkinan lembaga pemeringkat internasional menurunkan peringkat Indonesia. Menurutnya, isu semacam itu tidak memiliki dasar yang kuat, namun tetap mampu memengaruhi sentimen pasar.

        Meski IHSG terus bergerak dalam tren pelemahan dalam beberapa bulan terakhir, Purbaya tetap optimistis kondisi tersebut tidak akan berlangsung lama.

        Ia meyakini berbagai indikator ekonomi yang masih positif dapat menjadi pendorong kebangkitan pasar saham nasional.

        "Saya yakin akan naik lagi (IHSG) karena fondasi ekonomi bagus," kata Purbaya.

        Salah satu indikator yang menjadi dasar optimisme tersebut adalah tingkat inflasi nasional. Pada Mei 2026, inflasi tercatat sebesar 3,08 persen secara tahunan atau year on year (yoy), masih berada dalam rentang target Bank Indonesia sebesar 2,5 persen plus minus 1 persen.

        Baca Juga: Pemerintah Tak akan Diam soal Rupiah Tembus Rp18.000: Sesungguhnya Ekonomi Kita Cukup Kuat

        Selain itu, kinerja penerimaan negara juga menunjukkan perkembangan yang cukup solid. Hingga 30 April 2026, penerimaan pajak tercatat mencapai Rp646,3 triliun.

        Angka tersebut tumbuh 16,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, menunjukkan aktivitas ekonomi domestik yang masih berjalan cukup kuat.

        Purbaya menegaskan pemerintah akan terus menjaga stabilitas ekonomi sekaligus membangun sentimen positif di pasar keuangan.

        Dengan fundamental yang dinilai tetap kuat, ia percaya tekanan yang saat ini menghantam IHSG lebih bersifat sementara dan tidak mencerminkan kondisi riil perekonomian Indonesia secara keseluruhan.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Belinda Safitri
        Editor: Belinda Safitri

        Bagikan Artikel: