Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Hasil Survei Poltracking: MBG Jadi Program Penyelamat Pemerintah Prabowo-Gibran, Tapi Tingkat Kepuasan Bidang Ekonomi Melorot

        Hasil Survei Poltracking: MBG Jadi Program Penyelamat Pemerintah Prabowo-Gibran, Tapi Tingkat Kepuasan Bidang Ekonomi Melorot Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Lembaga survei Poltracking Indonesia merilis hasil survei persepsi publik terhadap kinerja Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka pada pertengahan Mei 2026.

        Hasilnya menunjukkan dualisme persepsi yang kontras. Secara umum, kepuasan total terhadap pemerintah masih berada di atas 70 persen, namun sektor ekonomi justru mendapatkan tingkat kepuasan paling rendah di mata masyarakat.

        Peneliti Utama Poltracking Indonesia, Masduri Amrawi, memaparkan bahwa tingkat kepercayaan publik terhadap duet Prabowo-Gibran kini mencapai 74,2 persen, sementara tingkat kepuasan umum berada di angka 72,2 persen.

        "Tingkat kepuasan Pemerintahan Prabowo Subianto–Gibran Rakabuming Raka masih cukup tinggi karena secara kuantitatif masih di atas 70 persen," ujar Masduri.

        Meski angka kepuasan pemerintah secara umum masih tinggi, potret per bidang menunjukkan ketimpangan yang cukup signifikan. Sektor ekonomi mencatat tingkat kepuasan paling rendah dibandingkan bidang lainnya.

        Berikut rincian tingkat kepuasan publik berdasarkan bidang kerja:

        • Kesehatan: 75,4 persen
        • Pertahanan dan Keamanan: 74,5 persen
        • Pendidikan: 72,5 persen
        • Sosial Budaya: 70,3 persen
        • Politik dan Stabilitas Nasional: 69,1 persen
        • Hukum dan Pemberantasan Korupsi: 64,5 persen
        • Ekonomi: 59,2 persen

        Rendahnya kepuasan di bidang ekonomi berkaitan dengan persoalan yang paling banyak dirasakan masyarakat. Berdasarkan survei, masalah utama yang dihadapi warga saat ini adalah harga kebutuhan pokok yang mahal sebesar 37,5 persen, disusul sulitnya mencari pekerjaan sebesar 9,2 persen, serta mahalnya biaya berobat sebesar 7,8 persen.

        Tekanan ekonomi juga diperburuk oleh kenaikan harga BBM non-subsidi. Dampak yang paling dirasakan masyarakat adalah naiknya harga sembako sebesar 53,8 persen, kenaikan tarif transportasi publik sebesar 16,4 persen, serta penghasilan bulanan yang dinilai tidak lagi mencukupi sebesar 10,1 persen.

        Di sisi lain, tingkat kepuasan publik yang masih berada di atas 70 persen ditopang oleh program bantuan sosial dan faktor kepemimpinan. Poltracking mencatat tiga alasan utama masyarakat tetap puas terhadap pemerintah, yakni bantuan sosial yang dinilai tepat sasaran sebesar 14 persen, program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebesar 13,8 persen, serta kepemimpinan Prabowo yang dianggap tegas dan berwibawa sebesar 10,6 persen.

        Program Makan Bergizi Gratis menjadi program pemerintah yang paling populer karena diketahui oleh 92,1 persen responden. Dari jumlah tersebut, sebanyak 55,6 persen menyatakan puas terhadap pelaksanaannya, sementara 41,2 persen mengaku tidak puas.

        "Program prioritas Presiden Prabowo dan Wapres Gibran yang paling dirasakan manfaatnya dan dinilai paling tepat sasaran adalah Makan Bergizi Gratis (MBG)," kata Masduri.

        Berdasarkan data survei, manfaat MBG dinilai oleh 27,6 persen responden, sementara ketepatan sasarannya mencapai 24,5 persen.

        Untuk diketahui, Poltracking Indonesia menyelenggarakan survei nasional pada pertengahan Mei 2026, dengan menggunakan metode stratified multistage random sampling.

        Pengambilan data lapangan dilakukan pada tanggal 11-17 Mei 2026 dengan jumlah sampel pada survei ini adalah 1220 responden dengan margin of error +/-2.9% pada tingkat kepercayaan 95%.

        Klaster survei menjangkau 38 provinsi di seluruh Indonesia secara proporsional berdasarkan data jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) 2024.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Ferry Hidayat

        Bagikan Artikel: