Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Tabungan Orang Have Makin Tebal, Rekening Rp5 Miliar ke Atas Naik Paling Kencang

Tabungan Orang Have Makin Tebal, Rekening Rp5 Miliar ke Atas Naik Paling Kencang Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Warta Ekonomi, Jakarta -

Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mencatat penghimpunan dana masyarakat di perbankan tetap tumbuh hingga Juni 2026. Pertumbuhan terjadi di seluruh kelompok nominal rekening, mulai dari simpanan di bawah Rp100 juta hingga rekening bernilai di atas Rp5 miliar, mencerminkan likuiditas perbankan yang masih terjaga.

Ketua Dewan Komisioner LPS Anggito Abimanyu mengatakan pertumbuhan simpanan tahunan di seluruh kelompok rekening berkisar 0,78% hingga 15,44%, dengan kenaikan tertinggi terjadi pada rekening bernilai lebih dari Rp5 miliar yang didominasi dana korporasi.

"Per Juni pertumbuhan tahunan simpanan lintas kelompok tiering tumbuh sekitar 0,78% sampai 15,44% tergantung pada tiering mana yang akan dilihat satu persatu," ujar Anggito dalam Konferensi Pers Hasil Rapat Berkala Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) III Tahun 2026 di Jakarta, Senin (3/8/2026).

Menurut Anggito, simpanan dengan saldo hingga Rp100 juta, yang mayoritas dimiliki nasabah perorangan, tumbuh 5,16% secara tahunan.

Secara lebih rinci, rekening dengan saldo di bawah Rp5 juta meningkat 7,36%, sedangkan simpanan Rp5 juta hingga Rp10 juta tumbuh 10,01%.

Pada kelompok menengah, saldo Rp100 juta hingga Rp200 juta naik 4,2%, disusul rekening Rp200 juta hingga Rp500 juta yang meningkat 3,07%, serta saldo Rp500 juta hingga Rp1 miliar yang tumbuh 2,32%.

Sementara itu, rekening dengan saldo Rp1 miliar hingga Rp2 miliar bertambah 2,67%, sedangkan simpanan Rp2 miliar hingga Rp5 miliar meningkat 4,78%.

Adapun pertumbuhan paling tinggi tercatat pada rekening dengan saldo di atas Rp5 miliar yang melonjak 15,44%dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

"Sementara nasabah di atas Rp5 miliar meningkat 15,44% yang didominasi oleh saldo dana dari korporasi," kata Anggito.

Data tersebut menunjukkan penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) di perbankan masih terjaga di seluruh segmen nasabah, baik ritel maupun korporasi, di tengah dinamika ekonomi domestik dan global.

Selain melaporkan perkembangan simpanan masyarakat, LPS juga mencatat masih terdapat 46,5 juta penduduk Indonesia yang belum memiliki rekening perbankan.

Baca Juga: Kelas Menengah Makan Tabungan, Orang Kaya Justru Borong Dolar

Baca Juga: Rata-rata Tabungan Warga RI Tinggal Rp1,7 Juta, Perbanas Ungkap Fenomena Mantab

Baca Juga: LPS Pastikan Belum Ada Fenomena Masyarakat 'Makan Tabungan'

Dari jumlah tersebut, sekitar 15,3 juta orang berada pada kelompok usia produktif 15–20 tahun. LPS memperkirakan angka tersebut akan turun menjadi 13,5 juta orang pada akhir 2026 seiring meningkatnya inklusi keuangan.

"Perkembangan jumlah penduduk yang belum memiliki rekening di Indonesia kami pantau sekarang berkisar antara 46,5 juta untuk seluruh kelompok usia. Untuk yang usia produktif yaitu antara 15-20 tahun jumlahnya adalah 15,3 juta dan diproyeksikan akan menurun menjadi 13,5 juta di tahun 2026," ujar Anggito.

LPS menilai pertumbuhan simpanan di seluruh kelompok rekening menunjukkan kemampuan perbankan menghimpun dana masyarakat masih terjaga, sementara penurunan jumlah masyarakat yang belum memiliki rekening menjadi indikator peningkatan inklusi keuangan nasional.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Azka Elfriza
Editor: Annisa Nurfitri