Kronologi Siswi SMP di Malang Ditemukan Tewas Gantung Diri, Diduga Karena Laptop untuk Ujian Rusak
Kredit Foto: Unsplash/Kristijan Arsov
Seorang siswi sekolah menengah pertama (SMP) di Kecamatan Klojen, Kota Malang, ditemukan meninggal dunia akibat gantung diri di kamar mandi rumahnya pada Kamis (4/6) sekitar pukul 01.20 WIB. Peristiwa tragis tersebut pertama kali diketahui oleh ayah korban saat mencari keberadaan putrinya di dalam rumah.
Kasi Humas Polresta Malang Kota, Ipda Lukman Shobikin, menjelaskan bahwa kejadian bermula ketika ayah korban hendak membangunkan anaknya. Namun, saat memasuki kamar, korban tidak berada di tempat tidur.
Ayah korban kemudian berusaha mencari putrinya di berbagai sudut rumah sambil memanggil namanya berulang kali. Meski demikian, tidak ada respons yang diberikan korban.
Karena tidak menemukan keberadaan anaknya, sang ayah mulai curiga ketika mendapati pintu kamar mandi dalam keadaan tertutup rapat. Kecurigaan itu mendorongnya untuk mengintip melalui celah lubang yang terbuka di kamar mandi.
Dari celah tersebut, ia melihat sesuatu yang menyerupai pakaian tergantung. Menyadari ada hal yang tidak biasa, ayah korban segera mendobrak pintu kamar mandi yang terkunci dari dalam.
Setelah pintu berhasil dibuka, korban ditemukan dalam kondisi tergantung menggunakan seutas tali yang terikat pada rangka kayu bagian atas kamar mandi. Mengetahui kondisi anaknya, sang ayah langsung menangis histeris dan membangunkan istrinya.
Kedua orang tua korban kemudian berupaya mengevakuasi anak mereka dengan memotong tali yang digunakan korban. Namun saat diturunkan, korban sudah dalam keadaan meninggal dunia.
Mendapat laporan mengenai kejadian tersebut, pihak Polresta Malang Kota mendatangi lokasi pada Kamis (4/6) pagi untuk melakukan penyelidikan. Berdasarkan keterangan yang dihimpun, korban diketahui sempat menghadapi ujian akhir sekolah dalam sepekan terakhir.
Sehari sebelum ditemukan meninggal dunia, tepatnya pada Rabu (3/6), korban diketahui tidak masuk sekolah. Ia sebelumnya berpamitan untuk mengikuti ujian, tetapi ternyata tidak hadir dan memilih menghabiskan waktu di rumah neneknya. Alasan yang disampaikan saat itu adalah laptop yang biasa digunakan untuk ujian tengah rusak.
Baca Juga: Henri Subiakto: Jika Dadan Benar, MBG atau Penegak Hukum yang Bermasalah
Selain itu, sejumlah tetangga juga memberikan keterangan bahwa korban belakangan sering terlihat melamun. Polisi menduga kondisi tersebut berkaitan dengan tekanan yang tengah dihadapi korban.
Pihak keluarga telah menerima kepergian korban dan tidak bersedia dilakukan visum maupun autopsi lebih lanjut. Setelah proses administrasi selesai, jenazah korban diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Amry Nur Hidayat
Tag Terkait: