Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Ahok Kaget Pernah 'Diramal' oleh AI Soal Kesaksiannya Sebelum Sidang Korupsi

Ahok Kaget Pernah 'Diramal' oleh AI Soal Kesaksiannya Sebelum Sidang Korupsi Kredit Foto: Instagram/Basuki Tjahaja Purnama
Warta Ekonomi, Jakarta -

Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mengungkap pengalaman mengejutkan terkait penggunaan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) saat dirinya menjadi saksi dalam perkara dugaan korupsi Pertamina.

Ahok mengaku sistem AI yang digunakannya melalui ponsel mampu menyebut dirinya akan menjadi saksi yang memberatkan, bahkan menguraikan sejumlah poin kesaksian sebelum ia memberikan keterangan di persidangan.

Pengalaman tersebut disampaikan Ahok saat berbincang dengan akademisi Rhenald Kasali dalam program Cafe Berisi yang tayang di kanal YouTube Rhenald Kasali, Jumat (14/8/2026).

Ahok menceritakan, saat dijadwalkan hadir sebagai saksi dalam perkara tindak pidana korupsi yang menyeret eks pejabat Pertamina, ia sempat memotret ruang persidangan dan bertanya kepada sebuah platform AI mengenai agenda persidangan tersebut.

"Eh, kamu tahu tahu enggak hari ini ada pengadilan tentang tindak pidana korupsi dari Pertamina? Apa yang kamu tahu?" kata Ahok menirukan pertanyaannya kepada AI.

Jawaban yang diterimanya membuat Ahok terkejut. AI tersebut menyebut bahwa pada hari itu Basuki Tjahaja Purnama akan menjadi saksi yang memberatkan.

Ahok kemudian mencoba menggali lebih jauh dengan meminta AI menjelaskan isi kesaksiannya. Menurut dia, sistem tersebut justru memberikan empat poin yang seolah-olah merupakan kesaksian yang telah disampaikannya kepada majelis hakim.

"Saya aja belum bersaksi kok dia sudah bisa (menjawab). Terus saya langsung balas nih, 'Ngacau lu. Gua aja belum bersaksi kok lu udah keluarin poin-poin gua!'" ujar Ahok.

Menurut Ahok, AI tersebut kemudian mengoreksi jawabannya dan menyatakan bahwa Ahok lebih mengetahui informasi karena berada langsung di lokasi persidangan.

Pengalaman tersebut membuat Ahok mempertanyakan bagaimana AI bisa menghasilkan informasi yang begitu spesifik sebelum dirinya memberikan kesaksian.

Ahok menduga kemungkinan ada narasi tertentu yang telah lebih dahulu tersebar di internet sehingga kemudian ditangkap oleh sistem AI.

Ia menjelaskan, AI dapat mengolah informasi dalam jumlah besar yang tersedia di internet. Karena itu, apabila informasi yang beredar sebelumnya sudah diarahkan pada narasi tertentu, sistem AI berpotensi ikut mereproduksi narasi tersebut.

"Saya cuma tebak-tebak aja. Apa di zaman modern seperti ini kalau ada orang jahat mengisi dunia maya dengan berita duluan, informasi itu kan AI akan tangkap. Ditangkap. Berarti jangan-jangan ada orang yang jahat framing duluan, mem-framing bangun opini," ujar Ahok.

Meski demikian, pernyataan tersebut merupakan dugaan Ahok berdasarkan pengalamannya berinteraksi dengan AI, bukan bukti bahwa terdapat pihak tertentu yang sengaja melakukan operasi framing terkait persidangan.

Pengalaman tersebut juga membuat Ahok lebih berhati-hati memberikan pernyataan di luar ruang persidangan. Ia mengaku khawatir pernyataan yang disampaikannya kepada wartawan dapat dipotong atau ditafsirkan berbeda dan kemudian menimbulkan persoalan hukum.

Baca Juga: Ditekan Oknum Pajak, Ahok Ungkap Pamannya Meninggal

Karena itu, Ahok memilih tidak melayani wawancara doorstop setelah memberikan kesaksian.

"Oh, saya enggak berani jawab. Kalau saya jawab itu kan bisa saya dipidana," kata Ahok.

Ia meminta wartawan merujuk langsung pada rekaman kesaksiannya yang disampaikan secara terbuka di persidangan.

"Eh, kan kesaksian saya kan terbuka, ada rekaman semua. Anda mengacu ke situ aja... Enggak usah tanya saya lagi di luar sidang. Kalau di dalam sidang kan saya punya hak imunitas," ujarnya.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Amry Nur Hidayat
Editor: Amry Nur Hidayat