Kredit Foto: Youtube Sekretariat Presiden
Nama ekonom senior Muhamad Chatib Basri belakangan menjadi perbincangan di media sosial Threads setelah muncul isu yang menyebut dirinya bakal menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan.
Isu tersebut menguat di tengah pelemahan nilai tukar rupiah yang sempat menembus level Rp18.000 per dolar AS pada Kamis (4/6/2026). Sejumlah pengguna media sosial ramai membahas kemungkinan pergantian Menteri Keuangan dengan mengaitkan nama Chatib Basri.
Namun, kabar tersebut telah dibantah oleh Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Ia menegaskan informasi mengenai pencopotannya tidak benar.
"Enggak benar lah," kata Purbaya saat dikonfirmasi wartawan, Kamis (4/6/2026).
Pernyataan serupa juga disampaikan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi. Ia memastikan tidak ada rencana pergantian Menteri Keuangan.
"Saya kira tadi sore juga sudah disampaikan oleh beliau juga. Tidak ada. Tidak ada rencana pergantian," kata Prasetyo.
Terlepas dari isu yang beredar, nama Chatib Basri bukan sosok baru dalam dunia ekonomi dan pemerintahan Indonesia. Pria kelahiran Jakarta, 22 Agustus 1965 itu memiliki rekam jejak panjang sebagai akademisi, ekonom, hingga pejabat negara.
Chatib meraih gelar Sarjana Ekonomi dari Universitas Indonesia pada 1992. Ia kemudian melanjutkan pendidikan ke The Australian National University dan memperoleh gelar Master of Economic Development pada 1996 serta Doctor of Philosophy (Ph.D) bidang ekonomi pada 2001.
Selain aktif sebagai dosen senior di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, Chatib juga dikenal sebagai pendiri firma konsultan riset berbasis di Jakarta, CReco Research.
Di sektor korporasi, ia pernah menjabat sebagai Komisaris Utama PT Bank Mandiri (Persero) Tbk sejak Februari 2020 dan Presiden Komisaris PT XL Axiata Tbk pada tahun yang sama.
Pengalaman internasionalnya juga cukup luas. Chatib tercatat menjadi anggota sejumlah dewan penasihat internasional, antara lain Dewan Penasihat Bank Dunia terkait gender dan pembangunan, Kelompok Pakar Tingkat Tinggi Independen mengenai iklim keuangan untuk COP27 dan COP28, serta Dewan Penasihat di Pusat Analisis Makroekonomi Terapan The Australian National University.
Kariernya di pemerintahan dimulai sebagai Anggota Tim Penasihat Tim Nasional untuk Perundingan Perdagangan Internasional Indonesia pada periode 2005-2012. Setelah itu, ia dipercaya menjadi Staf Khusus Menteri Keuangan pada 2006-2010, Wakil Menteri Keuangan untuk G20 pada periode yang sama, serta Sherpa Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono dalam Konferensi Tingkat Tinggi G20 pada November 2008.
Perjalanan kariernya berlanjut sebagai Wakil Ketua Komite Ekonomi Nasional pada 2010-2012. Pada 2012, ia ditunjuk sebagai Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) sebelum kemudian dipercaya menjadi Menteri Keuangan.
Chatib Basri dilantik sebagai Menteri Keuangan pada 21 Mei 2013 dalam Kabinet Indonesia Bersatu II. Ia menggantikan Agus Martowardojo yang saat itu terpilih sebagai Gubernur Bank Indonesia.
Masa jabatannya sebagai Menteri Keuangan berlangsung hingga berakhirnya pemerintahan Presiden SBY pada 20 Oktober 2014. Meski hanya sekitar satu setengah tahun, Chatib menghadapi tantangan ekonomi global yang tidak ringan, termasuk dampak kebijakan Taper Tantrum dari bank sentral Amerika Serikat, The Fed, yang memicu gejolak pasar keuangan di berbagai negara berkembang, termasuk Indonesia.
Baca Juga: Rumor Purbaya Mundur, Netizen: Chatib Basri Menkeu Impian Pasar
Selama memimpin Kementerian Keuangan, ia dikenal disiplin dalam menjaga defisit anggaran dan mengelola kebijakan subsidi bahan bakar minyak guna menjaga kesehatan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) pada akhir masa pemerintahan SBY.
Setelah tidak lagi berada di kabinet, Chatib tetap aktif memberikan pandangan ekonomi melalui berbagai forum nasional maupun internasional. Pada 2024, Presiden Prabowo Subianto melantiknya sebagai anggota Dewan Ekonomi Nasional (DEN).
Pengalaman panjang di bidang ekonomi, rekam jejak sebagai mantan Menteri Keuangan, serta keterlibatannya dalam berbagai lembaga nasional dan internasional membuat nama Chatib Basri kembali menjadi sorotan publik di tengah munculnya isu pergantian Menteri Keuangan.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Amry Nur Hidayat
Tag Terkait: