Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        'Agar Program Terus Berjalan,' Pemerintah Indonesia Buka Peluang Gunakan Bantuan Asing untuk MBG

        'Agar Program Terus Berjalan,' Pemerintah Indonesia Buka Peluang Gunakan Bantuan Asing untuk MBG Kredit Foto: ChatGPT/Al Musthafa Gustar's
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Badan Gizi Nasional (BGN) membuka peluang pemanfaatan hibah internasional dan dukungan dari berbagai pihak untuk menjaga keberlangsungan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di tengah upaya efisiensi anggaran pemerintah.

        Kepala BGN Nanik Sudaryati Deyang mengatakan kolaborasi dengan pihak eksternal menjadi salah satu strategi yang sedang dipersiapkan agar program prioritas Presiden Prabowo Subianto tetap dapat menjangkau masyarakat yang membutuhkan.

        Baca Juga: 'Jangan Biarkan Praktik Ini,' BGN Dihadapkan Sejumlah Isu Krusial Terkait Dapur MBG

        Menurut Nanik, sumber dukungan tidak hanya berasal dari pemerintah, tetapi juga dapat melibatkan perusahaan melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), Badan Usaha Milik Negara (BUMN), hingga lembaga internasional.

        "Di wilayah yang belum tersentuh investor, kami akan menjajaki kerja sama melalui CSR BUMN, hibah dari luar negeri, maupun perusahaan-perusahaan besar yang beroperasi di daerah tersebut agar program ini dapat terus berjalan dan menjangkau masyarakat yang membutuhkan," kata Nanik di Kompleks Istana Negara, Jakarta, Senin (8/6/2026).

        Langkah tersebut muncul di tengah kebijakan efisiensi anggaran yang diterapkan pemerintah pada sejumlah program nasional.

        Meski demikian, Nanik menegaskan efisiensi tidak akan mengurangi kualitas layanan maupun asupan gizi yang diberikan kepada penerima manfaat MBG.

        "Kami fokus pada efisiensi anggaran agar tidak membebani keuangan negara, namun tanpa mengubah target pemenuhan gizi yang diberikan kepada masyarakat," ujarnya.

        Selain membuka peluang dukungan dari luar, BGN juga tengah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pelaksanaan program, termasuk jumlah dapur MBG dan data penerima manfaat.

        Pemerintah ingin memastikan seluruh anggaran yang digunakan benar-benar memberikan dampak maksimal terhadap kelompok yang membutuhkan intervensi gizi.

        Nanik mengatakan program MBG ke depan akan lebih diarahkan kepada anak-anak dan kelompok rentan yang memiliki risiko masalah gizi dibanding mengejar perluasan jumlah penerima manfaat secara masif.

        Dengan dukungan dari berbagai sumber pendanaan dan kolaborasi lintas sektor, BGN berharap program MBG tetap dapat berkembang tanpa membebani fiskal negara secara berlebihan.

        Baca Juga: 'Ini Negara Kami, Bukan Kalian' Lebanon Kesal Jadi Alat Tawar-menawar Iran dalam Melawan Amerika

        Langkah ini sekaligus menjadi sinyal bahwa pemerintah sedang mencari model pembiayaan yang lebih fleksibel agar program unggulan di bidang gizi tersebut dapat terus berjalan secara berkelanjutan dalam jangka panjang.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Aldi Ginastiar

        Bagikan Artikel: