- Home
- /
- Government
- /
- Government
Sidak Acak 3 SPPG di Bogor, Kepala BGN Puji Kepatuhan Prosedur Dapur Umum
Kredit Foto: Dokumentasi resmi BGN
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono, melaksanakan agenda inspeksi mendadak ke kawasan Kabupaten dan Kota Bogor. Langkah pengawasan acak tanpa pemberitahuan ini difokuskan untuk merekam gambaran objektif di lapangan.
Sudaryono meninjau langsung kesiapan operasional di SPPG Pasir Kuda 03 dan SPPG Cipaku 02. Kunjungan berlanjut menuju fasilitas SPPG Tegal Bundil 5 guna memantau higienitas ruang pengolahan.
"Yang sudah bagus itu tantangannya tinggal satu yaitu variasi dari menunya. Supaya yang anak-anak maupun yang ibu-ibu yang memang mengkonsumsi itu kemudian bisa tidak bosan," terang Sudaryono melalui keterangan persnya, Jumat (24/7/2026).
Lebih lanjut, Sudaryono memastikan Hasil pemantauan membuktikan mayoritas unit pelayanan di Bogor telah mematuhi aturan standar operasional. Kehadiran tim inspeksi sekaligus difungsikan untuk memompa semangat kerja para petugas dapur.
"Mungkin kalau SPPG-nya bandel, SPPG-nya nggak disiplin, SPPG-nya atau petugasnya nggak disiplin, petugasnya nggak bagus ya kita mesti hentikan. Kita harus berani. Yang bagus kita reward, yang jelek kita mesti kasih punishment juga," terang Sudaryono.
BGN berjanji akan terus merutinkan agenda sidak lapangan ke berbagai wilayah Indonesia. Langkah transparansi ini diyakini efektif memelihara tingkat ketaatan pengelola terhadap petunjuk teknis.
Sebelumnya, Sudaryono membawa pesan tegas di awal masa kepemimpinannya. Setelah mengakui adanya persoalan tata kelola di tubuh lembaganya, ia kini berjanji menghapus praktik rapat tertutup atau keputusan yang diambil secara sembunyi-sembunyi dalam pengelolaan dari Program MBG.
Baca Juga: Sudaryono Minta Petugas Dapur MBG Kerja Pakai Hati
Baca Juga: Ini Bocoran Pengganti Sudaryono usai Jadi Kepala BGN
Sudaryono menegaskan seluruh proses pengambilan keputusan harus dilakukan secara terbuka dan transparan. Menurutnya, budaya kerja yang mengandalkan pertemuan rahasia hanya akan memunculkan kecurigaan publik dan menggerus kepercayaan terhadap program strategis pemerintah tersebut.
"Tadi saya bilang juga, kalau orang itu misalnya bisik-bisik, rapat-rapat rahasia, empat mata, ya sudah lah, kita terang-terangan saja. Indonesia cerah, tidak perlu gelap-gelap. Kalau yang gelap-gelap itu biasanya mencurigakan, saya kira itu," kata Sudaryono, dikutip Kamis (23/7/2026).
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Muhammad Farhan Shatry
Editor: Dwi Aditya Putra
Tag Terkait: