- Home
- /
- Kabar Finansial
- /
- Bursa
Dikejar Aturan Bursa, Emiten Haji Isam Bakal Lepas 4,88% Saham ke Publik
Kredit Foto: Sufri Yuliardi
PT Pradiksi Gunatama Tbk (PGUN), emiten perkebunan kelapa sawit yang terafiliasi dengan pengusaha Haji Isam, berencana melepas sekitar 4,88% saham kepada publik untuk memenuhi ketentuan minimum kepemilikan saham publik (free float) yang ditetapkan Bursa Efek Indonesia (BEI). Langkah tersebut dilakukan menyusul kewajiban peningkatan free float menjadi minimal 12,5% paling lambat 31 Maret 2027.
Manajer Finance PGUN, Donisius Gunawan mengungkapkan bahwa porsi saham publik perseroan saat ini baru mencapai 7,62%, masih di bawah ketentuan transisi yang ditetapkan BEI.
Berdasarkan surat BEI Nomor S-05011/BEI.PLP/04-2026 tertanggal 30 April 2026, PGUN diwajibkan memenuhi porsi free float minimal 12,5% pada 31 Maret 2027 dan meningkat menjadi 15% pada 31 Maret 2028.
“Perseroan perlu menambah free float sekitar 4,88% dari total saham tercatat yang direncanakan berasal dari divestasi sebagian saham milik pemegang saham pendiri dan/atau afiliasinya kepada publik,” ujar Donisius, dalam Public Expose Live, Jakarta, Selasa (9/6/2026).
Saat ini struktur kepemilikan saham PGUN masih didominasi tiga pemegang saham utama. PT Araya Agro Lestari menguasai 38,44% saham, PT Citra Agro Raya 38,25%, dan PT Baramega Citra Mulia Persada 15,69%, sedangkan kepemilikan masyarakat tercatat 7,62%.
Ia menyatakan pelepasan saham akan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan stabilitas harga saham, kondisi pasar modal, minat investor, kepentingan seluruh pemegang saham, serta kepatuhan terhadap regulasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan BEI.
Perseroan saat ini masih mengkaji sejumlah opsi untuk meningkatkan porsi saham publik. Alternatif yang dipertimbangkan meliputi divestasi bertahap di pasar reguler, private placement kepada investor strategis nonafiliasi, secondary offering atau accelerated bookbuilding, hingga program perluasan basis investor ritel dan institusi.
Baca Juga: Haji Isam Masuk PACK, Gelontorkan Rp936,65 Miliar untuk Kuasai 21,12% Saham
Baca Juga: Dasco Minta Danantara Hingga Taspen Lakukan Buyback Saham Bank BUMN Usai Anjlok Lebih dari 20%
“Keputusan final terkait metode pelaksanaan akan mempertimbangkan kondisi pasar dan persetujuan regulator,” terang Dionisius.
Selain memenuhi regulasi bursa, PGUN menilai peningkatan free float diperlukan untuk meningkatkan likuiditas perdagangan saham, memperluas basis investor publik, memperkuat tata kelola perusahaan, serta meningkatkan kepercayaan pasar terhadap perseroan.
Di tengah rencana tersebut, PGUN membukukan kinerja positif sepanjang 2025. Perseroan mencatat penjualan bersih sebesar Rp792,72 miliar, naik 7% dibandingkan Rp738,57 miliar pada 2024. Laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk melonjak 101% menjadi Rp159,31 miliar dari Rp79,18 miliar pada tahun sebelumnya.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait: