- Home
- /
- Kabar Finansial
- /
- Bursa
CIMB Nilai Indonesia Tetap Menarik untuk Investasi dan Ekspansi Bisnis
Kredit Foto: Didimax
CIMB Group Holdings Berhad menilai Indonesia tetap menjadi salah satu pasar paling menarik di Asia Tenggara untuk investasi jangka panjang meskipun pasar keuangan domestik menghadapi berbagai dinamika sepanjang tahun ini. Keyakinan tersebut mendorong grup perbankan asal Malaysia itu membuka peluang ekspansi melalui aksi merger dan akuisisi (M&A) untuk memperkuat bisnisnya di Indonesia.
Chief Executive Officer CIMB Group Novan Amirudin menyatakan kondisi pasar saat ini justru dapat menjadi momentum bagi investor yang memiliki perspektif jangka panjang terhadap ekonomi Indonesia.
“Bagi investor yang melihat potensi jangka panjang Indonesia, tentu saat ini merupakan waktu yang tepat untuk masuk,” ujar Novan seperti dikutip Bloomberg.
Pernyataan tersebut muncul di tengah meningkatnya perhatian pelaku pasar terhadap kondisi ekonomi dan pasar keuangan Indonesia. Meski demikian, CIMB menilai fundamental ekonomi nasional masih menawarkan prospek pertumbuhan yang menarik bagi investor regional maupun global.
Novan menegaskan grup tetap berkomitmen terhadap pasar Indonesia dan melihat peluang untuk memperluas bisnis melalui berbagai aksi korporasi.
Menurutnya, CIMB saat ini tengah mengevaluasi sejumlah aset yang berpotensi memperkuat portofolio usaha, terutama pada segmen wealth management dan layanan keuangan spesialis yang dinilai memiliki prospek pertumbuhan tinggi.
“Kami juga akan mempertimbangkan sejumlah bidang usaha yang lebih spesifik dan saat ini belum kami miliki,” ujar Novan.
Langkah tersebut sejalan dengan tren konsolidasi yang masih berlangsung di industri jasa keuangan Asia Tenggara. Sejumlah bank regional terus mencari peluang akuisisi untuk memperluas pangsa pasar dan memperkuat sumber pertumbuhan baru di tengah persaingan industri yang semakin ketat.
Bagi CIMB, Indonesia memiliki daya tarik tersendiri karena merupakan ekonomi terbesar di Asia Tenggara dengan jumlah penduduk yang besar, tingkat penetrasi layanan keuangan yang masih berkembang, serta kebutuhan pembiayaan yang terus meningkat.
Selain CIMB, pandangan serupa juga disampaikan oleh Malayan Banking Berhad (Maybank). Presiden dan Group Chief Executive Officer Maybank Khairussaleh Ramli menilai Indonesia masih menawarkan prospek pertumbuhan yang kuat dalam jangka menengah dan panjang.
Meski mengakui adanya tantangan operasional dan volatilitas pasar yang perlu dicermati, Maybank tetap menempatkan Indonesia sebagai salah satu pasar strategis dalam jaringan bisnis regionalnya.
Saat ini, kontribusi bisnis Indonesia terhadap laba grup Maybank mencapai sekitar 5%.
Baca Juga: KEK Industropolis Batang Amankan Investasi PLTS 200 MW dari Hongaria
Baca Juga: Airlangga Rayu Investasi Teknologi Finlandia, Bidik AI dan Industri Masa Depan
Pernyataan dua kelompok perbankan terbesar Malaysia tersebut menunjukkan bahwa Indonesia masih dipandang sebagai tujuan investasi strategis di kawasan meskipun pasar keuangan menghadapi tekanan dalam jangka pendek.
Di tengah volatilitas pasar, investor strategis cenderung melihat koreksi dan tekanan pasar sebagai kesempatan untuk memperkuat posisi bisnis dan menangkap peluang pertumbuhan ketika kondisi ekonomi kembali stabil.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait: