Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Untuk Pertama Kalinya, Israel Tuntut Pengosongan Kawasan Kristen di Tengah Perang Iran dan Amerika

        Untuk Pertama Kalinya, Israel Tuntut Pengosongan Kawasan Kristen di Tengah Perang Iran dan Amerika Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Perang Iran dan Amerika Serikat (AS) memasuki babak baru setelah Israel untuk pertama kalinya mengeluarkan perintah evakuasi terhadap kawasan mayoritas Kristen di Kota Tyre, Lebanon selatan. Langkah tersebut menjadi sorotan karena selama konflik berlangsung, wilayah-wilayah Kristen di Lebanon relatif jarang menjadi sasaran langsung peringatan militer Israel.

        Dikutip Rabu (10/6), Militer Israel memasukkan kawasan Kristen Tyre dalam daftar wilayah yang harus segera dikosongkan oleh penduduk. Dalam selebaran yang disebarkan kepada warga, Israel meminta seluruh penduduk Tyre, termasuk kawasan Kristen dan kamp-kamp di sekitarnya, untuk segera bergerak ke utara Sungai Zahrani.

        Baca Juga: Hubungan Amerika dan Israel Memanas, Kabinet Netanyahu Dibuat Kesal Trump Soal Perang Iran

        Israel beralasan bahwa kelompok Hizbullah masih memiliki aktivitas di sekitar wilayah tersebut sehingga operasi militer dapat dilakukan sewaktu-waktu. Keputusan itu langsung memicu kekhawatiran di Lebanon karena menunjukkan meluasnya cakupan wilayah yang terdampak konflik.

        “Demi keselamatan Anda, kami meminta Anda untuk segera mengosongkan rumah dan menuju utara Sungai Zahrani,” demikian isi peringatan yang disebarkan militer Israel.

        Sejumlah warga terlihat meninggalkan rumah mereka setelah peringatan tersebut diumumkan. Jalan-jalan utama menuju utara dipenuhi kendaraan yang membawa keluarga dan barang-barang kebutuhan darurat.

        Dalam beberapa hari terakhir, Lebanon memang kembali menjadi sasaran serangan intensif Israel. Serangan itu terjadi di tengah proses negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran yang masih berupaya mengubah gencatan senjata menjadi kesepakatan damai permanen.

        Meski Washington dan Teheran telah menghentikan aksi militer langsung, ketegangan di kawasan belum benar-benar berakhir. Lebanon justru menjadi salah satu titik yang masih mengalami eskalasi.

        Masuknya kawasan mayoritas Kristen ke dalam zona evakuasi memperlihatkan bahwa dampak konflik kini tidak lagi terbatas pada daerah-daerah yang selama ini dikenal sebagai basis kelompok bersenjata.

        Baca Juga: 'Agar Program Terus Berjalan,' Pemerintah Indonesia Buka Peluang Gunakan Bantuan Asing untuk MBG

        Perkembangan tersebut memunculkan kekhawatiran bahwa perang regional yang awalnya berpusat pada Iran dan sekutunya kini semakin meluas dan berpotensi menyeret lebih banyak komunitas sipil Lebanon ke dalam pusaran konflik.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Aldi Ginastiar

        Bagikan Artikel: