Beragam Opsi Militer Disusun, Israel Siap untuk Ikut Kembali Perang Iran-Amerika
Kredit Foto: Istimewa
Israel mengonfirmasi tengah mempersiapkan diri menghadapi kemungkinan ikut terlibat dalam konflik yang semakin memanas antara Amerika Serikat (AS) dan Iran. Langkah itu dilakukan setelah aparat keamanan setempat menilai peluang terjadinya eskalasi besar dalam waktu dekat meningkat signifikan.
Pejabat Senior Israel mengungkapkan bahwa pembahasan mengenai potensi keterlibatan militer negaranya telah dilakukan dalam forum tingkat tinggi pemerintah. Menurutnya, berbagai skenario kini sedang disiapkan untuk mengantisipasi perkembangan situasi di Timur Tengah.
Baca Juga: Gegara Blundernya Sendiri, Terbongkar Strategi Hotman Paris untuk Bela Febrie Adriansyah
"Kami sedang mempersiapkan setiap kemungkinan dan membangun opsi operasional baik yang bersifat langsung maupun strategis," kata pejabat tersebut, dikutip dari Times of Israel, Senin (20/7/2026).
Ia menjelaskan, pihaknya terus menjalin komunikasi intensif dengan Amerika Serikat. Namun, keputusan akhir mengenai langkah militer sekutunya masih bergantung pada dinamika yang berkembang.
Pemerintah Israel menilai terdapat dua skenario utama yang dapat mendorong keterlibatan langsung negara itu.
Pertama, Amerika Serikat memutuskan meningkatkan operasi militernya terhadap musuh dan meminta dukungan Israel. Kedua, Iran melancarkan serangan yang dianggap mengancam keamanan dari Israel.
"Jika Amerika memutuskan meningkatkan eskalasi atau melibatkan kami, atau jika musuhmelakukan langkah yang tidak terduga dan tidak bijaksana terhadap kami, kami akan siap," ujar pejabat tersebut.
Meski demikian, ia menyebut jalur diplomasi masih tetap berjalan. Pemerintah Amerika Serikat melalui sejumlah utusan senior disebut masih berupaya membukan negosiasi kembali untuk dilakukan oleh Iran dan Amerika.
Baca Juga: Lirik Jepang-Amerika, Pemerintah Klaim Utang Indonesia Masih Aman Meski Sudah Tembus Rp8.000 Triliun
Upaya diplomatik itu dilakukan di tengah meningkatnya intensitas serangan mereka terhadap Iran. Hal tersebut dalam beberapa hari terakhir kembali memicu kekhawatiran akan pecahnya perang berskala lebih luas di Timur Tengah.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Aldi Ginastiar
Editor: Aldi Ginastiar
Tag Terkait: