Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Dedi Mulyadi Sayangkan Hilangnya Pembahasan 'Lampu Merah' Soal Satpam Bundaran HI yang Viral

Dedi Mulyadi Sayangkan Hilangnya Pembahasan 'Lampu Merah' Soal Satpam Bundaran HI yang Viral Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Warta Ekonomi, Jakarta -

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi melontarkan kritik terhadap penanganan insiden yang melibatkan satpam proyek MRT, Victor Harefa, dengan sejumlah anggota Polda Jawa Barat di kawasan Bundaran HI.

Dalam tayangan di kanal YouTube pribadinya, Dedi menilai ada hal yang janggal dari kronologi yang disampaikan Victor.

Menurut Dedi, persoalan utama justru berawal dari dugaan kendaraan yang menerobos lampu merah ketika pejalan kaki memiliki hak untuk menyeberang.

Namun berdasarkan cerita Victor, pembahasan di pos polisi justru beralih kepada tindakannya mengetuk mobil.

"Yang menjadi fokus pembicaraan adalah kesalahan Bapak dianggap memukul mobil. Padahal memukul mobil itu karena melanggar rambu lalu lintas," kata Dedi kepada Victor.

Ia mempertanyakan mengapa dugaan pelanggaran lalu lintas tersebut tidak ikut dibahas.

"Kalau lampu merah yang ditabrak berarti otomatis yang nabrak lampu merah ditilang dulu dong," ujarnya.

Victor mengaku telah menjelaskan seluruh kronologi mulai dari kendaraan menerobos lampu merah hingga alasan dirinya mengetuk mobil.

Namun menurutnya, penjelasan tersebut tidak mengubah arah pembahasan.

Ia mengaku merasa tersudut karena perhatian lebih tertuju pada tindakannya mengetuk kendaraan.

Dalam kondisi tertekan setelah diancam akan dilaporkan kepada vendor tempatnya bekerja, Victor mengaku menangis hingga akhirnya bersujud memohon agar persoalan tidak diteruskan.

Ia juga mengaku sempat diminta melakukan push-up oleh salah seorang yang berada di dalam mobil sebelum akhirnya persoalan berakhir.

Meski mengungkap kritik tersebut, Dedi menegaskan persoalan pribadi antara Victor dan oknum aparat sebenarnya sudah selesai karena kedua belah pihak telah saling memaafkan.

Namun, menurutnya, penyelesaian secara kekeluargaan tidak boleh menghapus proses terhadap dugaan pelanggaran hukum.

Ia meminta pemeriksaan internal terhadap anggota Polda Jawa Barat tetap berjalan.

Selain itu, Dedi juga meminta dugaan pelanggaran lalu lintas, termasuk kendaraan yang menerobos lampu merah, diproses sesuai aturan.

Baca Juga: Dedi Mulyadi Buka Versi Berbeda Kasus Satpam Victor, Bantah Isu Dipaksa Sujud oleh Oknum Polisi

Bahkan, ia turut menyinggung informasi mengenai dugaan penggunaan pelat nomor palsu yang menurutnya juga harus ditindak apabila terbukti.

"Tidak ada tujuan apa pun kecuali agar aturan ini berjalan semuanya dengan baik," ujar Dedi.

Di akhir pertemuan, Dedi menawarkan Victor untuk kembali bekerja di Jawa Barat sebagai petugas keamanan di kawasan Gedung Sate. Ia bahkan berjanji membantu biaya kontrak tempat tinggal sebesar Rp10 juta agar Victor dapat memulai pekerjaan baru di Bandung.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Amry Nur Hidayat
Editor: Amry Nur Hidayat

Tag Terkait: