Israel Paksa Warga Lebanon Lari-larian 30 Km di Tengah Perang Iran-Amerika
Kredit Foto: Istimewa
Gelombang pengungsian besar terjadi di Lebanon selatan setelah militer Israel memerintahkan warga Kota Tyre dan wilayah sekitarnya untuk segera meninggalkan rumah mereka menuju kawasan utara Sungai Zahrani, sekitar 30 kilometer dari lokasi saat ini.
Perintah evakuasi itu memicu kepanikan warga dan kemacetan panjang di jalur menuju utara saat ribuan orang berupaya meninggalkan wilayah yang disebut Israel sebagai zona berbahaya.
Baca Juga: 'Sepasang Kekasih Juga Bisa Ribut,' Israel Klaim Masih Mesra dengan Amerika di Tengah Perang Iran
Militer Israel meminta seluruh warga Tyre, termasuk kawasan permukiman dan kamp-kamp pengungsi di sekitarnya, untuk segera mengosongkan wilayah tersebut.
“Demi keselamatan Anda, kami meminta Anda untuk segera mengosongkan rumah dan menuju utara Sungai Zahrani,” demikian isi peringatan yang disebarkan militer Israel, dikutip Rabu, (10/6).
Langkah tersebut dilakukan setelah Israel menuduh kelompok Hizbullah masih beroperasi di sejumlah titik di sekitar Tyre. Bulan lalu, Israel juga telah menetapkan wilayah selatan Sungai Zahrani sebagai area operasi militer.
Yang menarik, perintah evakuasi kali ini tidak hanya menyasar wilayah yang selama ini dikenal sebagai basis Hizbullah, tetapi juga mencakup kawasan yang relatif jauh dari garis depan konflik.
Akibatnya, arus kendaraan yang membawa warga mengungsi terlihat memadati jalan-jalan utama menuju wilayah utara Lebanon.
Situasi ini memperlihatkan bagaimana konflik regional yang bermula dari perang antara Iran dan Amerika Serikat kini terus merembet ke Lebanon, meskipun Washington dan Teheran telah menyepakati gencatan senjata.
Di lapangan, warga sipil kembali menjadi pihak yang paling terdampak. Mereka dipaksa meninggalkan rumah, pekerjaan, dan kehidupan sehari-hari demi menghindari kemungkinan operasi militer yang lebih luas.
Baca Juga: 'Beneran Butuh atau Bisa Dikurangi,' Pemerintah Indonesia Bakal Rombak Total Program MBG
Perintah evakuasi sejauh 30 kilometer itu juga menjadi salah satu pengungsian terbesar yang terjadi di Lebanon selatan dalam beberapa bulan terakhir, memperlihatkan meningkatnya ketegangan yang belum menunjukkan tanda-tanda akan mereda.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Aldi Ginastiar
Tag Terkait: